Kronologi Bus Rombongan Pendaki Gunung Lawu Tabrak Rumah Makan, Berawal dari Rem Blong sampai Sopir Lakukan ini

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Bus rombongan pendaki Gunung Lawu tabrak rumah makan. Berawal dari rem blong sampai sopir minta penumpang lakukan ini.

Bus pariwisata yang menabrak tiang listrik dan warung di sekitar RM Mbak Ning 1, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, merupakan rombongan open trip dari Jakarta. Mereka diketahui berangkat dari Jakarta menuju Gunung Lawu untuk mendaki dan berencana pulang ke Jakarta.

Berikut kronologi bus rombongan pendaki Gunung Lawu tabrak rumah makan. Kejadian tersebut berawal dari rem blong sampai sopir minta penumpang lakukan ini.

Sukirno (67), sopir bus, mengaku satu rombongan terdiri dari empat bus yang terlibat dalam open trip tersebut.

"Ini rombongan open trip dari Jakarta ke Lawu mendaki gunung, dan hari ini rencana balik ke Jakarta. Ada empat bus. Di bus saya ada 57 orang termasuk saya dan kenek, yang lain 41, 51, dan 48 penumpang," kata Sukirno, Senin (22/6/2026), dikutip dari TribunSolo.com.

Sukirno menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari Jakarta dengan titik awal di Universitas Kristen Indonesia yang berlokasi di Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Selanjutnya, rombongan bus tiba di Terminal Wisata Kemuning, kemudian melanjutkan perjalanan menuju jalur pendakian Gunung Lawu via Cetho menggunakan kendaraan shuttle. Hingga Senin dini hari, para pendaki tersebut telah menuruni jalur pendakian dan merencanakan perjalanan kembali ke Jakarta.

"Mereka turun dengan mobil shuttle menuju terminal, kemudian lanjut ke bus kami," katanya.

Dia mengatakan, saat awal bus yang ia kemudikan berangkat dari Terminal Wisata Kemuning, kendaraan masih berjalan normal.

Namun sekitar 500 meter sebelum lokasi kejadian, ia menyadari bus yang dikemudikannya mengalami masalah.

"Sebelumnya tidak apa-apa, namun sekitar 500 meter dari lokasi ada selang yang putus. Saat saya injak rem, tidak ada reaksi," katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian, para penumpang diminta berpindah ke bagian belakang bus guna membantu mengurangi kecepatan kendaraan. Sesampainya di lokasi, ia kemudian mengarahkan bus menuju selokan yang berada di sekitar RM Mbak Ning 1, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

"Saya sempat cek di depan Polsek Ngargoyoso, namun masih aman. Tapi saat mendekati lokasi, saya mengetahui rem sudah tidak berfungsi, sehingga saya suruh semua penumpang ke belakang," katanya.

"Kalau saya melaju ke bawah malah makin parah. Karena saya tahu lokasi, saya masukkan bus ke selokan di dekat rumah makan. Kami sengaja menabrak tiang listrik agar laju bus berkurang dan tidak terguling," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut bisa diambil karena dirinya sudah sangat memahami kondisi jalan di wilayah tersebut. Ia juga memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu dan seluruh penumpang telah diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Saya sering ke sini dan hafal lokasi, jadi tahu cara mengantisipasi. Yang di rumah sakit sudah dirawat semua, dan penumpang sudah pulang. Yang pulang lebih dulu dibawa dengan kendaraan yang datang dari Tegal," ujarnya.

Selanjutnya, Menyadari keselamatan puluhan penumpang di dalam bus berada dalam kondisi terancam, Sukirno kemudian mengambil tindakan cepat dengan sengaja mengarahkan kendaraan ke tiang di tepi jalan serta area selokan untuk mengurangi laju kendaraan.

Benturan keras tersebut juga menyebabkan bus sempat menghantam bagian bangunan rumah makan yang berada di sisi jalan.

"Ini rem tidak ada, suruh (penumpang) ke belakang, yang deket saya sama deket pintu," tuturnya mengingat momen krusial sesaat sebelum bus mengalami kecelakaan tunggal, dikutip dari Kompas.com.

Sukirno mengaku bahwa medan jalan di kawasan pegunungan itu sebenarnya sudah cukup familiar baginya, karena ia telah beberapa kali mengemudikan bus pariwisata menuju wilayah Ngargoyoso.

Setelah insiden terjadi, seluruh penumpang yang selamat segera dievakuasi dan dipulangkan menggunakan bus pengganti yang saat itu sedang berada di wilayah Kabupaten Tegal.

Ia menambahkan, seluruh penumpang kini telah dalam perjalanan menuju Jakarta, termasuk beberapa korban luka ringan yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Karanganyar.

 

AKP Razes Pernando Manurung selaku Kasatlantas Polres Karanganyar menjelaskan bahwa bus tersebut awalnya melaju dari arah Kemuning menuju Karangpandan. Setibanya di lokasi kejadian, lanjutnya, bus tersebut kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak sebuah rumah makan yang berada di tepi jalan.

"Pengakuan sopir, rem tidak berfungsi baik dan menabrak Rumah Makan Mbak Ning sehingga terjadilah laka lantas tunggal," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun demikian, sejumlah penumpang mengalami cedera ringan dan harus menjalani perawatan jalan.

Lebih lanjut, satu penumpang berinisial RAK dan M dirujuk ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Relawan Cetho, Eko, membenarkan bahwa rombongan tersebut merupakan para pendaki yang telah menyelesaikan perjalanan di Gunung Lawu via Candi Cetho. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baru Mau Damai, Ancaman Trump Bikin Perundingan Iran-AS di Swiss Nyaris Berantakan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Legenda Manchester United Protes Gol Pemecah Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026: Harusnya Tidak Disahkan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Duka Kemhan Untuk Dua Peserta Program SPPI yang Meninggal Saat Latihan Militer
• 51 menit lalukumparan.com
thumb
Belasan Anak Panti Asuhan di Magelang Diare, Diduga Keracunan Nasi Goreng
• 11 jam laludetik.com
thumb
Akun Media Sosial Diduga Milik Pelaku Penyekapan Dibanjiri Netizen, Masih Sempat Aktif Meski Jadi Buronan Polisi
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.