VIVA – Seorang legenda Manchester United melancarkan protes atas gol pemecah rekor yang diukir oleh Lionel Messi. Menurutnya, gol tersebut tidak seharusnya disahkan.
La Pulga kembali tampil untuk Argentina di Piala Dunia 2026 pada Selasa (23/6/2026) dini hari tadi WIB. Mereka menghadapi Austria di AT&T Stadium, Arlington.
Messi memasuki laga ini dengan rekor setara dalam hal mencetak gol dengan Miroslav Klose. Mereka sama-sama telah mengukir 16 gol dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di pentas Piala Dunia.
Ketika laga baru berjalan sembilan menit, Messi gagal mencetak gol dari titik putih. Namun, sang penyerang yang akan berulang tahun yang ke-39 pada Rabu (24/6/2026) esok tersebut sukses mengukir golnya secara sah.
Sang penyerang Inter Miami menyelesaikan umpan tarik dari Facundo Medina di kotak penalti. Dia muncul dari belakang dan melepaskan tembakan ke pojok kiri bawah gawang kiper Alexander Schlager.
Itu merupakan gol pemecah rekor yang membantunya bergerak melampaui Klose. Dalam titik ini, Messi sukses mencetak 17 gol sepanjang masa di Piala Dunia.
Namun, catatannya bertambah sebelum duel berakhir. Argentina sukses mengamankan kemenangan 2-0, lagi-lagi melalui gol Messi di masa injury time babak kedua.
Messi kini memiliki 18 gol di Piala Dunia. Namun, gol pertamanya yang memecahkan rekor dinilai tidak layak untuk disahkan, menurut mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel.
Berbicara sebagai pengamat untuk Fox Sport, Schmeichel menilai bahwa ada pelanggaran yang terjadi oleh Alexis Mac Allister dalam pembangunan permainan. Itu sebabnya gol tersebut harusnya dianulir.
“Berpikir tentang bagaimana mereka mendapatkan penalti; tendangan ini melalui celah Xaver Schlager,” kata legenda sepak bola Denmark tersebut, dilansir Give Me Sport.
“Ini adalah sebuah tendangan bebas, Mac Allister telah menendang seorang pemain. Itu seharusnya tendangan bebas,” tandasnya.
VAR dinilai harusnya turun tangan karena ini berkaitan dengan gol. Jadi, wasit telah membuat kesalahan dengan mengesahkan gol ini, menurut Schmeichel.
“VAR harusnya menganulirnya. Ini adalah kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit,” tegas Schmeichel.





