Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan calon emiten baru. Perusahaan media dan hiburan milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yaitu PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk bersiap melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan kode ticker RANS pada Jumat 10 Juli 2026.
RANS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan. Kegiatan usahanya mencakup produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan event dan pertunjukan, periklanan, taman hiburan, arena permainan hingga aktivitas perusahaan holding.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada 2018. Saat ini kantor pusatnya berlokasi di RANS Office Building, BSD City, Tangerang Selatan.
Model bisnis RANS tidak hanya mengandalkan produksi konten, tetapi juga mengembangkan IP, memperluas distribusi audiens, melakukan monetisasi lintas platform, serta membangun kerja sama jangka panjang dengan mitra, sponsor, dan pemegang lisensi.
Strategi tersebut ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan yang berulang (recurring), terdiversifikasi dan berkelanjutan. Berikut beberapa fakta tentang IPO RANS:
Dalam aksi korporasi ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan pada kisaran harga Rp 135-Rp 170 per saham.
Apabila seluruh saham terserap, RANS berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 429,25 miliar. Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).
Merujuk prospektus ringkas IPO RANS, ada sederet nama besar yang menjadi pemegang saham RANS. Sebelum IPO, kepemilikan saham RANS didominasi oleh pendiri perusahaan yaitu Raffi Ahmad. Dia menguasai 7,935 miliar saham atau 78,68% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Pemegang saham terbesar kedua adalah anak usaha Grup Emtek yaitu PT Indonesia Entertainment Grup dengan kepemilikan 911,5 juta saham atau 9,04%. Yang menarik lainnya, adalah Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga memiliki 345,25 juta saham atau setara 3,42%. Diketahui Dony adalah paman dari Nagita Slavina dari jalur keluarga ibunya yaitu Rieta Amilia. Selain ikatan keluarga, Dony juga dikenal memiliki peran sebagai salah satu pendiri (co-founder) perusahaan RANS.
Selain itu, anak bungsu Presiden ketujuh RI Joko Widodo yaitu Kaesang Pangarep menggenggam 1,14% atau 115,25 juta saham RANS.
Berikut pemegang saham RANS sebelum dan setelah IPO:
Setelah IPO, RANS berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 35% dari laba bersih, setelah memperhitungkan penyisihan cadangan wajib mulai Tahun Buku 2026.
Besaran dividen akan ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan mempertimbangkan kondisi keuangan serta kebutuhan ekspansi perseroan.
“Seluruh saham biasa atas nama yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham biasa atas nama yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham ini, mempunyai hak yang sama dan sederajat termasuk hak atas pembagian dividen,” tulis manajemen RANS.
Rencana Penggunaan DanaRANS berencana menggunakan dana IPO untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis.
Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia. Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kemudian, sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RANS guna mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.
Manajemen dan Jadwal IPODewan Komisaris
- Komisaris Utama: Darwin Cyril Noerhadi
- Komisaris Independen: Ambono Janurianto
Direksi
- Direktur Utama: Nagita Slavina Mariana Tengker
- Direktur: Grandy Prajayakti
- Direktur: Abrar
- Direktur: Rumunggu Yokonapita
Jadwal IPO
- Masa Penawaran Awal: 23 – 25 Juni 2026
- Perkiraan Tanggal Efektif: 30 Juni 2026
- Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2 – 8 Juli 2026
- Perkiraan Tanggal Penjatahan: 8 Juli 2026
- Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 9 Juli 2026
- Perkiraan Tanggal Pencatatan Pada PT Bursa Efek Indonesia: 10 Juli 2026.




