Israel-Lebanon Mulai Perundingan Awal soal Penarikan Pasukan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Israel dan Lebanon dijadwalkan memulai perundingan baru pada Selasa, 23 Juni 2026, untuk membahas pengaturan awal terkait kemungkinan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan sebagai bagian dari program percontohan yang melibatkan tentara Lebanon.

Mengutip laporan penyiar publik Israel KAN via Anadolu, perundingan tersebut akan berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat (AS) dan dihadiri oleh duta besar Israel serta Lebanon, bersama tiga brigadir jenderal Israel.

Menurut laporan itu, pasukan Israel dalam 24 jam terakhir telah melakukan reposisi dan reorganisasi di lapangan sambil menunggu keputusan dari pimpinan politik.

KAN mengutip sumber Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan Tel Aviv mempertimbangkan kemungkinan bahwa militer Israel dapat diminta oleh Washington untuk menarik pasukan secara bertahap dari sejumlah wilayah di zona keamanan yang diklaim Israel di Lebanon selatan.

Langkah tersebut disebut dapat membuka jalan bagi tentara Lebanon untuk kembali ke wilayah itu sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan.

KAN juga melaporkan AS telah menyetujui pembentukan mekanisme pemantauan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang melibatkan Iran dan Qatar tanpa partisipasi Israel.

Menurut sumber Israel yang dikutip penyiar tersebut, pengecualian Israel dari mekanisme itu berkaitan dengan keterlibatan Iran.

Sebelumnya pada Senin, Channel 13 Israel mengutip seorang pejabat senior yang mengatakan Washington telah memberi sinyal kepada Tel Aviv bahwa kebebasan Israel untuk melakukan operasi militer di Lebanon tanpa pembatasan telah berakhir.

Sementara itu, harian Maariv melaporkan munculnya perbedaan pandangan yang semakin besar antara AS dan Israel terkait Lebanon.

Washington disebut memandang Lebanon selatan sebagai bagian dari dinamika kawasan yang lebih luas, termasuk isu Selat Hormuz, harga energi global, program nuklir Iran, dan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meraih keberhasilan diplomatik.

Sebaliknya, Israel menilai penarikan pasukan terlalu cepat dari Lebanon selatan dapat dipersepsikan sebagai tanda kelemahan dan dianggap menguntungkan kelompok Hizbullah.

Perkembangan ini terjadi setelah Iran dan AS menggelar perundingan selama 18 jam di Swiss dengan mediasi Pakistan dan Qatar guna membahas sejumlah ketentuan yang belum terselesaikan dalam Memorandum Islamabad, termasuk penghentian permusuhan di seluruh front konflik, salah satunya Lebanon.

Menurut otoritas Lebanon, ofensif militer Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.

Israel hingga kini masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan, baik yang telah diduduki selama puluhan tahun maupun yang direbut dalam konflik 2023–2024.

Baca juga:  AS Akhiri Otorisasi Israel untuk Beroperasi Tanpa Batasan di Lebanon


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Tingkatkan Biaya Pembangunan Daerah sampai ke Desa-desa
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pulang Konser dari JIS Tak Perlu Khawatir, Ada KRL Sampai Larut Malam
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Daftar TikTokers Terkaya di Dunia Tahun 2026
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Danantara Tunjuk Sigit dan Rachmat Kaimuddin Pimpin Development Management Fund
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
5 Serangkai BEM FH UBK dan BEM FEB yang Mengaku Terima Uang Suap Sebelum Aksi di Istana Bakal Dapat Nilai E
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.