Respons Menohok PDIP soal BEM UBK yang Diduga Terima Uang Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus buka suara terkait perwakilan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) diduga menerima suap setelah bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Adapun BEM UBK sebanyak 15 mahasiswa dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka, diterima Gibran setelah menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Baca Juga :
Sosok Muhammad Abdi Maludin, Ketua BEM FH UBK yang Diduga Terima Suap Usai Temui Gibran di Istana
IKM FIB UI Bantah Mahasiswa yang Ikut Kunker Gibran Utusan Organisasi: Itu Urusan Personal

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya meminta penghentian sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengalihan anggaran untuk mendukung biaya operasional pendidikan tinggi.

Gibran ajak mahasiswa kunker ke Indonesia Timur
Photo :
  • ANTARA

Deddy Sitorus menilai ada pihak-pihak yang mengarahkan atau menunggangi setiap gerakan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Ia mengatakan PDIP selalu menjadi sasaran tudingan masyarakat terkait menggerakkan aksi unjuk rasa untuk mengkritik pemerintah.

"Ya ini kan menunjukkan bahwa dalam setiap keramaian, dalam setiap gerakan mahasiswa, memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi. Nah, cuma sayangnya kan yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang nggak sejalan. Kita dituding menunggangi gerakan mahasiswa," kata dia.

Di sisi lain, Deddy Sitorus tak mengetahui apakah mahasiswa UBK tersebut diarahkan oleh Wapres Gibran atau hanya inisiatif pihak lain. 

Menurutnya, setiap gerakan yang menunggangi mahasiswa tersebut bukan berasal dari anak buah, melainkan langsung dari atasan atau pimpinannya.

"Nah, orkestrasi murahan kayak begini kan nggak mungkin dari bawah gitu, tapi dari atas," kata Deddy Sitorus.

Ia meminta agar masyarakat tak menuduh PDIP sebagai dalang menggerakkan aksi unjuk rasa untuk mengkritik pemerintah.

"Nah, saya kira ini pelajaran buat kita semua agar jangan sembarangan menuduh. Karena, kadang-kadang orang-orang yang sembunyi di belakang itu lebih mudah untuk melakukan manuver-manuver murahan kayak begini," tuturnya.

Sebelumnya, pengakuan Ketua BEM FH UBK (Universitas Bung Karno), Muhammad Abdi Maludin, menghebohkan publik setelah video pernyataannya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Muhammad Abdi Maludin mengaku menerima uang suap aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Istana Negara, Jakarta, pada 15 Juni 2026.

Menurut pengakuannya, total uang yang diterima mencapai Rp20 juta. Dana tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah mahasiswa dengan nominal sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per orang.

Baca Juga :
Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta, BEM UBK Buka Suara
Jokowi Dorong PSI untuk Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, AHY: 2029 Masih Lama
PSI Diminta Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Lagi di 2029, PKB: Pikiran Dua Periode Terlalu Cepat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benarkah RUU Pemilu Bakal Atur Paslon Presiden Harus Didukung Minimal Tiga Partai Parlemen?
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Tanda-Tanda Magang Nasional 2026 Angkatan 2 Segera Dibuka, Lulusan D3-S1 Diminta Siapkan Ini
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo Tak Ingin Pemadaman Listrik di Pulau Jawa Terulang
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PWNU Aceh Dukung Hasil Munas-Konbes NU di Kediri
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Hujan Deras dan Pasang Laut Memicu Genangan di Sejumlah Titik Kota Surabaya
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.