Kronologi Siswa Ikut Aksi Dukung MBG di Batam, Orangtua Ngaku Diberi Informasi untuk Pawai Bukan Demo

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Publik dikejutkan dengan pengakuan sejumlah orangtua dan wali murid siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang anaknya mengikuti aksi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam, Minggu (21/6/2026). Bagaimana kronologi siswa ikut aksi dukung MBG di Batam?

Siswa-siswa tersebut membawa poster bertuliskan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Ada pula spanduk berisi pesan agar program MBG.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto Kami Memohon Dengan Sangat Tolong Kami, Pertahankan MBG,” kata poster tersebut.

Belakangan, kronologi siswa ikut aksi dukung MBG di Batam mengungkap pengakuan mengejutkan dari orangtua dan wali murid yang syok mengetahui anaknya mengikuti aksi mendukung program andalan Prabowo itu. Pasalnya, mereka mendapat informasi anaknya akan mengikuti pawai.

"Tak ada dibayar ya, tolong ketikannya. Mereka diinfo untuk pawai, kami kira pawai tahun baru islam. Kalo diinfo untuk demo apakah kami orang dewasa ngizinin anak yang belum punya hak bersuara untuk ikut? Tentu saja tidak akan," tulis salah seorang orangtua siswa di kolom komentar Instagram kilaskepri, seperti dikutip dari TribunJakarta, Senin (22/6/2026).

Tidak hanya satu, sejumlah orangtua dan wali murid lainnya muncul dan menuliskan pengakuan bernada serupa.

"Astaga....padahal anak saya bilangnya malah jalan santai dan pawai lah kok ini diajak demo MBG."

"Padahal acaranya katanya jalan santai hahaha ujung-ujungnya suruh bawa spanduk. Aneh tapi nyata."

"Tapi anak-anak taunya pawai aja loh, mereka gak tau ada embel-embel MBG."

Disdik Bantah Lakukan Mobilisasi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah anggapan pawai tersebut merupakan bentuk mobilisasi siswa. Menurutnya, kegiatan itu digelar usai pihaknya menerima keluhan dari orangtua terkait penghentian sementara program MBG.

 

"Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki," kata Hendri saat ditemui di lokasi pawai, dikutip dari Kompas.com, Senin (22/6/2026).

Hendri juga menepis dugaan adanya instruksi dari pihak tertentu untuk menggerakkan massa. Ia menegaskan, Disdik hanya memfasilitasi penyampaian aspirasi yang muncul dari orangtua siswa dan satuan pendidikan.

"Tidak ada instruksi dari pihak lain. Ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua. Hari ini yang ikut sekira 100 sekolah tingkat SD dan SMP. Ada juga dari pihak SPPG. Tidak ada kewajiban dari Disdik," kata Hendri.

"Kami hanya menawarkan apabila ingin melaksanakan pawai. Informasi disampaikan kepada para guru setelah kami menerima berbagai masukan terkait penghentian MBG," ujarnya.

Menurut Hendri, DPRD Batam dipilih sebagai tujuan pawai agar aspirasi dari satuan pendidikan dapat didengar oleh para pemangku kebijakan. Terkait keterlibatan siswa, ia menilai hal ini wajar karena para pelajar merupakan penerima manfaat langsung program MBG.

"Pelajar ikut karena mereka penerima manfaatnya. MBG sangat dibutuhkan. Kalau anak-anak ikut, kami persilakan dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik," kata Hendri. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua BEM FH UBK RESMI Dinonaktifkan Usai Mengaku Terima Uang Suap Jelang Aksi di Istana Negara
• 2 menit laludisway.id
thumb
Kejagung Tangkap Buronan Kasus Batu Bara, Sahroni: Bukti Tak Ada yang Kebal Hukum
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
HP Samsung Dijamin Aman Dipakai Jangka Panjang di Tengah Krisis Chip
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Scaloni Sanjung Mentalitas Messi Usai Bungkam Austria di Kualifikasi Piala Dunia 2026
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Akhirnya Padam Setelah Hampir 21 Jam
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.