Burgenstock: Iran mengumumkan berakhirnya perundingan teknis dengan Amerika Serikat di Burgenstock, Swiss, yang merupakan bagian dari proses negosiasi yang dimediasi Qatar dan Pakistan untuk mengimplementasikan kesepakatan penghentian konflik antara kedua negara.
Dikutip dari Anadolu, Selasa, 23 Juni 2026, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan perundingan empat pihak tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai pengaturan tahap berikutnya, termasuk pembentukan kelompok kerja dan mekanisme implementasi kesepakatan.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, Gharibabadi memimpin tim negosiasi teknis Iran dalam pembahasan yang berlangsung setelah pertemuan tingkat tinggi pada akhir pekan lalu.
Gharibabadi menjelaskan bahwa perundingan teknis merupakan tindak lanjut dari pertemuan Komite Tingkat Tinggi yang digelar pada Minggu dan berlanjut hingga Senin.
Komite tersebut dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad, sebuah kerangka kesepakatan yang ditujukan untuk mengakhiri konflik dan ditandatangani secara virtual oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu.
"Diskusi teknis dilakukan untuk menentukan mekanisme implementasi nota kesepahaman dan pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tingkat tinggi, dan kesepahaman yang diperlukan telah tercapai," kata Gharibabadi. Kelompok Kerja dan Mekanisme Pelaksanaan Menurut Iran, salah satu hasil utama pembahasan adalah kesepakatan mengenai struktur kelompok kerja yang akan menangani berbagai isu dalam proses negosiasi lanjutan.
Selain itu, para pihak juga menyepakati kerangka kerja untuk memastikan implementasi berbagai poin yang tercantum dalam MoU Islamabad dapat berjalan sesuai jadwal.
Meski rincian teknis belum dipublikasikan secara terbuka, pembentukan kelompok kerja dinilai penting untuk menangani isu-isu kompleks yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Negosiasi Menuju Kesepakatan Final Perundingan di Swiss merupakan bagian dari periode negosiasi selama 60 hari yang disepakati setelah penandatanganan MoU Islamabad.
Dalam periode tersebut, Amerika Serikat dan Iran berupaya mencapai kesepakatan final terkait sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir Iran, pencabutan sanksi ekonomi, pelepasan aset Iran yang dibekukan, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta penghentian konflik di berbagai front regional.
Qatar dan Pakistan yang berperan sebagai mediator sebelumnya menyatakan bahwa para pihak telah menyepakati peta jalan menuju perjanjian damai yang lebih komprehensif.
Dengan berakhirnya tahap teknis pertama ini, fokus perundingan selanjutnya diperkirakan akan bergeser pada implementasi konkret berbagai komitmen yang telah disepakati dan pembahasan substansi menuju kesepakatan akhir.
Baca juga: Qatar dan Pakistan Umumkan Komite Pengawas Khusus Implementasi MoU AS-Iran




