Bappenas harap Sekolah Unggul Garuda berdiri di Papua Pegunungan

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Wamena (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengharapkan Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat dapat berdiri di Papua Pegunungan guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) daerah itu.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris di Wamena, Selasa mengatakan program nasional di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bisa segera diusulkan dan didaftarkan untuk dibangun di Papua Pegunungan.

“Kami tentu berharap dengan dukungan internet yang telah baik di Papua Pegunungan maka dapat mensukseskan program-program nasional yang ada instruksi presiden (Inpres) seperti MBG, revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda dan CKG serta digitalisasi pendidikan bisa segera diusulkan dan didaftarkan sehingga terbangun di sini untuk membantu meningkatkan SDM generasi muda Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut dia, program nasional itu harus ditangkap segera baik oleh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten di Papua Pegunungan sehingga mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini.

“Program nasional lainnya seperti Koperasi Desa (Kopdes) bisa segera ditindak lanjuti supaya dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di Papua Pegunungan. Program nasional itu harus ditanggapi baik supaya ada dukungan dana dari pusat ke daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk Sekolah Rakyat adalah program berasrama gratis dari pemerintah di bawah Kementerian Sosial RI untuk anak keluarga kurang mampu guna memutus rantai kemiskinan. Sementara Sekolah Unggul Garuda adalah SMA unggulan untuk mengoptimalkan potensi akademik di bidang sains dan teknologi.

“Intinya adalah Sekolah Rakyat fokus pada aksesibilitas dan karakter, sedangkan sekolah unggul fokus pada daya saing global itu perlu ada segara di Papua Pegunungan supaya anak-anak di sini memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dia menambahkan pemerintah daerah di Papua Pegunungan harus mempercepat program swasembada pangan untuk membantu kebutuhan pangan di daerah maupun nasional.

“Pemerintah daerah juga harus memikirkan program swasembada pangan, energi dan air untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua Pegunungan. Dulu saya pernah membantu program daerah irigasi atau DI di Yahukimo dan Tolikara, kami berharap program itu masih berfungsi hingga saat ini,” ujarnya.



Baca juga: Wabup Kolut temui Mensos bahas pembangunan Sekolah Rakyat

Baca juga: Mensos ajak masyarakat lihat gambaran utuh Sekolah Rakyat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkes Sebut Kelompok Anti Vaksin Meningkat, Siapkan Strategi Edukasi Baru
• 25 menit lalukompas.com
thumb
Ekspor ke Australia, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan ke Petani Tak Terganggu
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
OJK Usulkan Masa Transisi Terkait Rencana Penarikan SAL di Himbara
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Duplik Jadi Pembelaan Terakhir, Nadiem Sebut Dituntut Lebih Besar dari Teroris
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Seorang Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.