Tekan Biaya Logistik, Kemenhub Dorong Pengembangan Kapal Tenaga Surya

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kemenhub mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari.

Kemenhub mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari. (Foto: Dok. Kemenhub)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari. Dengan begitu, beban atau ongkos logistik bisa berkurang.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana mengatakan, pengembangan teknologi kapal bertenaga surya merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional dari saat ini 14 persen menjadi 8 persen dari harga barang. Komponen bahan bakar selama ini menjadi biaya terbesar pengoperasian kapal, sehingga menjadi kunci utama mewujudkan transportasi laut yang murah dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Kemenhub Hadapi Keterbatasan Anggaran untuk 2027, DPR Ingatkan Ini

"Saya minta BPSDM dibantu oleh Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala BKT (Badan Kebijakan Transportasi) harus membuat satu terobosan bagaimana menciptakan kapal penyeberangan atau kapal niaga yang secara ekonomi cost-nya (biaya) itu lebih murah," katanya dalam acara Peringatan Hari Pelaut Sedunia di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Suntana mengakui bahwa penggunaan teknologi tenaga surya pada kapal niaga memiliki tantangan tersendiri, terutama dari aspek kecepatan. Namun, dia menilai hal tersebut merupakan pertukaran yang sepadan (trade-off) demi efisiensi ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga:
Kemenhub Bidik Jaringan Kereta Api Nasional Tembus 10.524 Km, Biaya Logistik Ditargetkan Turun

"Mungkin menurut teman-teman pelaut kecepatannya masih tidak bisa 12 atau 13 knot, paling berapa knot. Tapi minimal dia bisa mengurangi biaya. Kita bisa murah, walaupun waktu tempuhnya menjadi sedikit lebih lambat," katanya.

Wamenhub juga menantang para taruna dan mahasiswa di sekolah kedinasan perhubungan untuk mulai melakukan riset serius mengenai teknologi ini. Dia meminta agar karya ilmiah atau skripsi para taruna tidak lagi hanya menyentuh hal-hal biasa, melainkan fokus pada solusi distribusi nasional masa depan.

"Adik-adik tolong bikin tulisan skripsi kamu menyentuh itu. Bagaimana menghadapi tantangan ekonomi dalam sistem distribusi nasional. Kalau ada yang bikin makalah seperti ini, saya mau jadi pengujinya," katanya.

Dia optimitiss bahwa kemajuan teknologi, seperti halnya penggunaan panel surya pada rumah tangga, merupakan keniscayaan yang juga bisa diterapkan secara masif di sektor maritim. Dengan biaya logistik yang ditekan hingga angka 8 persen, diharapkan harga barang di seluruh pelosok Indonesia menjadi lebih terjangkau, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jaktim, Ini Pasal yang Menjerat dan Alasan MA Tunjuk Pengadilan
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Grab for Business Luncurkan Corporate Dine Out, Permudah Jamuan Kantor
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Pastikan Tak Ada Daerah Tertinggal Akibat keterbatasan Akses Infrastruktur
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
KDM Optimistis Tak Ada Siswa Tertinggal, 1.015 Sekolah Swasta Siap Menampung
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah bebaskan Bea Masuk LPG dan bahan baku plastik
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.