Pasar Otomotif Eropa Tumbuh Positif pada Mei 2026, EV China Makin Laris, Kalahkan Merek Lokal

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan ini sepenuhnya ditopang oleh permintaan kendaraan listrik (electric vehicles) yang melesat.

Pasar Otomotif Eropa Tumbuh Positif pada Mei 2026, EV China Makin Laris, Kalahkan Merek Lokal. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pasar otomotif Eropa mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), jumlah mobil baru di Uni Eropa, Inggris, dan kawasan EFTA naik 3,6 persen secara tahunan menjadi 1.152.523 unit.

Melansir CNA (23/6/2026), secara akumulatif, selama lima bulan pertama 2026, angka penjualan mobil di Uni Eropa tersebut berhasil terkerek naik 4,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca Juga:
Purbaya Siapkan Insentif untuk 100 Ribu Mobil Listrik, Mulai Berlaku Juni 2026

Pertumbuhan ini sepenuhnya ditopang oleh permintaan kendaraan listrik (electric vehicles) yang melesat, sehingga berhasil menutupi kejatuhan drastis penjualan mobil konvensional berbasis bensin dan diesel.

Kendaraan ramah lingkungan mendominasi pasar. Data ACEA menunjukkan, registrasi mobil listrik melonjak tajam hingga 39,1 persen. Sementara itu, varian plug-in hybrid (PHEV) naik 13,2 persen, dan mobil hybrid tumbuh 8,2 persen.

Baca Juga:
Mobil Listrik Kena Pajak, Kemenperin Berharap Penjualan dan Produksi Tidak Terganggu

Jika dikombinasikan, ketiga jenis kendaraan berbasis listrik ini telah menguasai lebih dari dua pertiga dari total pangsa pasar mobil baru yang terdaftar di Eropa sepanjang Mei.

“Pasar terus diuntungkan oleh kuatnya permintaan konsumen terhadap jajaran teknologi elektrifikasi di pasar-pasar utama Eropa. Tren positif ini didorong oleh adanya insentif baru serta revisi tunjangan pajak dari pemerintah setempat," tulis manajemen ACEA dalam keterangan resminya.

Baca Juga:
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM, Dealer Mobil Listrik Kebanjiran Pembeli

Sebaliknya, era mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) tampaknya kian meredup. Penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel ambrol secara signifikan, masing-masing segmen mencatatkan penurunan sekitar 19 persen.

Transisi energi ini memicu pergeseran peta persaingan bisnis. Produsen mobil raksasa (legacy carmakers) asal Eropa justru kehilangan pangsa pasar. Registrasi dari pabrikan besar seperti Renault, Stellantis, dan Volkswagen Group dilaporkan kompak menyusut 1–3 persen.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain baru dari China yang sukses membukukan lonjakan penjualan luar biasa di pasar Eropa. 

Leapmotor kini memimpin dengan lonjakan fantastis sebesar 465,1 persen, Chery mencatat pertumbuhan agresif sebesar 244,1 persen, BYD melonjak hingga 136,6 persen, dan Geely & SIAC masih mencetak rapor hijau masing-masing sebesar 12,6 persen dan 13,9 persen.

Sementara itu, produsen EV asal Amerika Serikat, Tesla, berhasil melanjutkan tren pemulihan (rebound) untuk bulan keempat berturut-turut. 

Registrasi mobil milik Elon Musk ini melesat 107,9 persen menjadi 28.610 unit pada Mei, sekaligus mengakhiri periode kelam penurunan penjualan yang sempat mereka alami selama lebih dari setahun terakhir.


(Eugenia Siregar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Curi Motor, Dua Remaja Pelayan Warung di Lamongan Harus Berhadapan dengan Hukum
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Liburan ke Bali Saat Hari Galungan, Ini Deretan Destinasi Favorit untuk Wisatawan
• 23 menit laluviva.co.id
thumb
Deddy PDIP: Fakta Polisi Kasih Uang ke Mahasiswa, Itu Keterlaluan Menurut Saya
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Wajah Mirip Taufik Hidayat DPO, Pria Ini Jadi Korban Salah Sasaran Emosi Warga
• 28 menit laludetik.com
thumb
Kisah Uci yang Jualan Gorengan untuk Sekolah, Bercita-cita Jadi Pramugari
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.