JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemadaman listrik berkala sebagaimana yang terjadi di Pulau Jawa tidak akan terulang kembali.
Kepastian tersebut diperoleh seusai DPR berkoordinasi dengan sejumlah pihak.
"Kemarin kita sudah rapat bersama dengan ESDM, dengan PLN, dengan Kejaksaan, dengan Kepala Badan Intelijen Negara, kita urai satu per satu sehingga insyaallah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan," kata Dasco dalam sambutannya di pembukaan Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di The Acacia Hotel, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Dirinya mengakui bahwa situasi global saat ini ikut berdampak ke dalam negeri.
Baca juga: Anggota DPR Desak PLN Beri Kompensasi ke Warga Terdampak Pemadaman Bergilir
Karena itu dirinya mengajak seluruh pihak untuk kompak dalam menghadapi dampak dari kondisi geopolitik dan geoekonomi saat ini.
"Kalau kita sama-sama kompak, kita sama-sama berkeinginan baik untuk memecahkan hal ini bersama, tentunya kita bisa kemudian sama-sama memitigasi hal-hal yang kemudian tidak kita inginkan yang kemudian akan membuat rakyat kita kemudian menjadi susah," ucapnya.
Kurangnya stok batu bara jadi penyebabBeberapa wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik secara berkala dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi.
Baca juga: Prabowo dan Bahlil Bedah 3 Masalah PLN Usai Pemadaman Listrik Bergilir
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan, pemadaman terjadi karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kekurangan stok batu bara untuk tahun 2026.
Hal tersebut serupa dengan apa yang dijelaskan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil pernah menyebut, kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai 154 juta ton, tetapi kesepakatan kontrak batu bara baru terealisasi 134 juta ton.
"Jadi sekitar 18 atau 20 juta ton yang kurang," kata Qodari saat ditemui di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Kendati masih kurang, ia menyatakan hal itu tidak akan menjadi masalah serius, mengingat Indonesia juga merupakan produsen batu bara.
Terlebih, kebutuhan batu bara untuk PLN adalah rutinitas tahunan yang sudah disiapkan dalam jangka waktu panjang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




