Grid.ID – Kasus penyekapan dan penyiksaan kejam yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Cileunyi, Kabupaten Bandung, tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu secara terbuka mengumumkan sayembara dengan hadiah fantastis bagi yang berhasil memberikan informasi terkait keberadaan pelaku.
Melalui unggahan di media sosialnya, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa prihatin sekaligus kemarahan yang mendalam atas peristiwa yang dinilainya tidak manusiawi tersebut.
"Ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak melihat lagi," kata Dedi Mulyadi dalam unggahannya yang Grid.ID kutip, Selasa (23/6/2026).
Ia mengutuk keras tindakan terduga pelaku yang diidentifikasi bernama Taufik Hidayat (30). Pelaku saat ini tengah diburu oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Sebagai langkah nyata untuk membantu kepolisian mempercepat penangkapan pelaku yang kini berstatus buron, Dedi Mulyadi menantang partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah 250 juta rupiah," tegas Dedi.
Ia berharap hadiah ini dapat memotivasi masyarakat di mana pun berada untuk mempersempit ruang gerak pelaku, sehingga Taufik Hidayat bisa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Adapun kemarahan Dedi Mulyadi ini beralasan, mengingat penyiksaan yang dialami korban selama tiga tahun disekap dalam sebuah rumah kos di wilayah Cileunyi. Tindakan kejam yang diduga dilakukan oleh pelaku terhadap korban di antaranya kedua mata korban diduga sengaja dibuat buta oleh pelaku. Bibir korban digunting hingga suaranya menjadi sumbing.
Siksaan fisik lainnya sekujur tubuh korban dipenuhi luka akibat sundutan rokok, dan bagian kakinya mengalami luka sayatan tajam. Selama disekap dalam kondisi tidak bisa melihat, korban sangat jarang mandi dan terpaksa melakukan buang air besar di popok sekali pakai. (*)
Artikel Asli




