Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan stimulasi dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak berkebutuhan khusus melalui pola pengasuhan yang tepat dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Nopian Andusti dalam kegiatan Kelas Orang Tua Hebat yang merupakan bagian dari Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).
Nopian menekankan anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal.
"Tugas kita bukan sekadar menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus, melainkan juga memastikan mereka mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang. Membangun dunia yang inklusif dimulai dari rumah, melalui penerimaan, dukungan, dan kepercayaan terhadap potensi yang dimiliki setiap anak," ujarnya.
Melalui program pengasuhan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berupaya meningkatkan kapasitas keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang responsif bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Program itu juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Fitri Hartanto menjelaskan periode seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan perkembangan anak.
Menurut Fitri, pada masa tersebut pertumbuhan otak berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dan berkelanjutan.
"Interaksi sederhana seperti mengajak anak berbicara, memberi kesempatan bereksplorasi, mengajarkan perilaku yang benar, serta memberikan apresiasi saat anak berhasil melakukan sesuatu merupakan langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi tumbuh kembang anak," paparnya.
Ia menjelaskan layanan bagi anak penyandang disabilitas dilakukan melalui tiga tahap, yakni pencegahan sejak dini, mengurangi dampak gangguan yang sudah muncul, serta mencegah kondisi menjadi lebih parah melalui pendampingan, terapi, dan dukungan yang tepat.
Fitri menambahkan langkah tersebut bertujuan agar anak dapat terus belajar, beraktivitas, dan berpartisipasi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.




