Menteri UMKM Maman Abdurahman memastikan pemerintah bakal merealisasikan kebijakan keringanan beban pinjaman bagi nasabah ultra mikro.
IDXChannel - Menteri UMKM Maman Abdurahman memastikan pemerintah bakal merealisasikan kebijakan keringanan beban pinjaman bagi nasabah ultra mikro.
Kebijakan ini menyasar belasan juta ibu-ibu pengusaha yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar) di bawah naungan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Maman mengungkapkan bahwa selama lebih dari satu dekade, para nasabah Mekar harus bergelut dengan biaya pinjaman yang cukup membebani, yakni di kisaran 20 hingga 25 persen. Kini, pemerintah hadir memberikan solusi konkret melalui skema subsidi pembiayaan yang lebih terjangkau.
"Mengenai evaluasi KUR, jadi ini kan ada sebuah keseriusan dan semangat besar dari Pak Presiden Prabowo, keberpihakan beliau terhadap ekonomi masyarakat di bawah," kata Maman saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Maman menekankan soal langkah ini bukanlah tanpa alasan, mengingat para nasabah Mekar merupakan kelompok pengusaha ultra super mikro yang membutuhkan pendampingan khusus dari account officer untuk memantau usaha mereka.
Untuk menutupi selisih biaya operasional pendampingan tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengintervensi melalui skema subsidi bunga agar beban bunga pinjaman nasabah turun drastis.
"Alhamdulillah, di dalam rapat komite pembiayaan dengan Kemenko Perekonomian, diputuskan pinjaman turun dari range 18-25 persen menjadi 8 persen," tutur Maman.
Penyesuaian suku bunga menjadi 8 persen ini diharapkan dapat menjangkau sekitar 10 hingga 15 juta ibu-ibu pengusaha di seluruh pelosok negeri yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Saat ini, Kementerian UMKM bersama PT PNM dan Danantara tengah mematangkan regulasi teknis sebagai landasan hukum pelaksanaan di lapangan.
"Sudah diputuskan dan akan segera ditindaklanjuti oleh PNM bersama-sama dengan Danantara. Tinggal nanti sedang disiapkan payung hukumnya," katanya.
Adapun Kementerian Keuangan melaporkan soal realisasi penyaluran KUR per 8 Juni 2026 telah sebesar Rp124,7 triliun. Jumlah ini sebanding dengan 44,7 persen dari target penyaluran sepanjang 2026 yang dipatok mencapai Rp279 triliun.
Sementara itu, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan soal Non-Performing Loan atau NPL kredit UMKM per Desember 2025 berada di level 4,33 persen.
(kunthi fahmar sandy)





