Liputan6.com, Jakarta - Kasus mobil listrik BMW yang menabrak pengendara ojek online (ojol) hingga kemudian dirusak massa di Jalan Meruya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berakhir damai. Polisi memastikan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto mengatakan, proses mediasi telah dilakukan di kantor polisi dengan mempertemukan sopir BMW dan keluarga korban.
Advertisement
“Permasalahan sudah selesai secara kekeluargaan,” kata Joko kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Joko, keluarga pengemudi ojol diwakili oleh anak korban saat proses mediasi berlangsung. Dia mengatakan, pihaknya hanya menyediakan tempat dan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.
“Intinya kedua belah pihak, baik BMW maupun dari keluarga ojol yang diwakili anaknya, sudah langsung kami bantu untuk mediasi dan sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Joko mengatakan polisi tak ikut mencampuri isi kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak.
“Terkait kesepakatannya apa, tentunya kita tidak bisa masuk dalam ranah itu. Nanti dianggap intervensi. Penyidik hanya menyiapkan fasilitas untuk mediasi di kantor,” katanya.
Saat ditanya mengenai pengakuan sopir BMW yang dalam video viral disebut membantah telah menabrak korban, Joko enggan menjelaskan lebih jauh. Menurutnya, persoalan tersebut sudah diselesaikan oleh para pihak.
“Permasalahan kan di antara mereka berdua. Kami tidak bisa masuk ke dalam ranah itu. Kami hanya memberikan tempat untuk mediasi,” ujarnya.




