Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital tidak hanya mempermudah kehidupan manusia, tetapi juga menjadi alat penting bagi aparat penegak hukum dalam memburu buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kini, proses pengejaran tidak lagi hanya mengandalkan saksi mata atau pelacakan fisik di lapangan, melainkan juga memanfaatkan jejak digital, analisis data online, hingga forensik siber.
- freepik
Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah buronan kasus penyekapan di Bandung, Taufik Hidayat, yang resmi masuk DPO setelah diduga menyekap dan menganiaya korban selama tiga tahun. Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang diduga kerap berpindah lokasi untuk menghindari penangkapan.
Dirangkum VIVA Selasa, 23 Juni 2026, begini cara mudah aparat mengejar DPO, dari jejak digital hingga analisis data.
1. Jejak Digital Jadi Kunci Utama Pelacakan DPO
Dalam kasus-kasus modern, jejak digital menjadi salah satu alat paling krusial. Setiap aktivitas online mulai dari login media sosial, transaksi digital, hingga penggunaan aplikasi pesan, meninggalkan digital footprint yang bisa dianalisis penyidik.
Aparat biasanya memanfaatkan:
- Riwayat lokasi dari GPS ponsel
- Aktivitas media sosial (posting, login, interaksi)
- Metadata foto dan video
- Jejak IP address dari perangkat internet
Dengan kombinasi data tersebut, penyidik dapat memetakan pergerakan tersangka secara lebih akurat, bahkan ketika pelaku mencoba bersembunyi secara offline.
2. Analisis Data Online dan Big Data Intelligence
Selain jejak digital, kepolisian juga memanfaatkan big data intelligence. Sistem ini menggabungkan berbagai sumber data, termasuk:
- Data operator seluler
- Rekaman CCTV publik dan swasta
- Aktivitas transaksi digital
- Data dari platform media sosial
Teknologi ini memungkinkan aparat menemukan pola tertentu, seperti:
- Lokasi yang sering dikunjungi pelaku
- Jaringan komunikasi yang digunakan
- Pola pergerakan lintas wilayah
- Dengan analisis ini, penyidik bisa mempersempit area pencarian secara signifikan.
3. Digital Forensik: Membongkar Bukti yang Tersembunyi
Digital forensik menjadi tahap lanjutan yang sangat penting. Dalam beberapa kasus, pelaku mencoba menghapus jejak digital mereka, tetapi data tetap bisa dipulihkan melalui:
- Recovery data ponsel dan komputer
- Analisis cloud storage
- Pemulihan pesan yang dihapus
- Pelacakan aktivitas di dark web





