Perpustakaan Mini di Rutan Medaeng Surabaya, Tempat Warga Binaan Baca Buku

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Rutan Kelas I Surabaya, Medaeng, memiliki ruangan khusus tempat warga binaan menghabiskan waktu untuk membaca buku. Ruangan itu menyerupai perpustakaan mini.

Di ruangan berukuran sekitar 3x5 meter tersebut, tampak rak buku menempel di dinding. Lokasinya berada tak jauh dari pos penjagaan dan dapat diakses oleh seluruh warga binaan.

kumparan berkesempatan melihat langsung perpustakaan mini tersebut. Tampak 12 warga binaan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye dan biru duduk bersila di atas karpet rumput sintetis dan bantal lesehan. Suasana hening begitu terasa. Mereka larut membaca buku-buku yang tersusun di rak perpustakaan mini tersebut.

Sebagian dari mereka juga membawa secarik kertas dan bolpoin untuk mencatat serta merangkum isi buku yang dibaca.

Guntur, salah satu warga binaan, tampak asyik membaca buku berjudul Di Balik Seragam. Buku tersebut mengisahkan perjalanan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Agus Andrianto saat menjabat sebagai Wakapolri.

"Kebetulan saya membaca bukunya Pak Menteri, Pak Agus. Buku ini menceritakan beliau saat masih menjabat sebagai Wakapolri. Buku-buku seperti ini yang saya suka," kata Guntur saat ditemui di lokasi, Selasa (23/6).

Menariknya, Guntur berada di perpustakaan bukan semata karena ingin membaca. Ia sedang menjalani sanksi setelah lupa mengenakan seragam saat keluar dari blok hunian.

Namun alih-alih merasa terbebani, pria berkacamata tebal itu justru menganggap sanksi tersebut sebagai berkah tersembunyi. Baginya, tugas membaca dan menulis esai menjadi pengalaman yang menyegarkan.

"Ini program baru yang mengganti hukuman bagi warga binaan yang melanggar menjadi lebih humanis sekaligus memperkaya literasi. Kami sangat antusias dan mendukung penuh," ujarnya.

Program literasi tersebut diinisiasi langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo. Di tengah keterbatasan lahan rutan, ia berupaya menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

"Ini berawal dari program pembinaan. Kami berpikir apa yang dapat bermanfaat bagi warga binaan di sini. Dengan memanfaatkan lahan kecil yang dulunya hanya gudang biasa, mudah-mudahan bisa memberikan dampak besar berupa peningkatan ilmu pengetahuan dan literasi warga binaan," ujar Tristiantoro.

Menurutnya, perpustakaan tersebut bukan sekadar tempat untuk mengusir kebosanan selama menjalani masa tahanan. Ruang baca itu juga menjadi bagian dari sistem pembinaan dan penegakan disiplin yang lebih humanis.

Jika sebelumnya pelanggar tata tertib hanya dikenai sanksi tertentu, kini mereka juga diwajibkan membaca buku sebagai bagian dari pembinaan.

"Khusus bagi warga binaan yang melanggar tata tertib, selain sanksi yang berlaku, kami tambahkan kewajiban membaca salah satu buku yang tersedia di perpustakaan ini," katanya.

Tugas mereka tidak berhenti setelah membaca. Para warga binaan juga diwajibkan membuat resume atau esai berdasarkan buku yang telah dibaca.

"Nantinya mereka harus membuat rangkuman tentang apa yang dipahami. Kemudian kami tanya dan tes untuk mengetahui sejauh mana mereka memahami isi bacaan tersebut," tambahnya.

Saat ini koleksi buku di perpustakaan Rutan Medaeng terus bertambah. Baru-baru ini, pihak rutan menerima bantuan sekitar 300 buku dari Perpustakaan Daerah.

Tristiantoro mengatakan pihaknya juga membuka kesempatan bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin menyumbangkan buku.

"Kami membuka seluas-luasnya kesempatan untuk donasi buku-buku yang positif, seperti buku literasi, keterampilan, maupun wirausaha. Buku yang bisa memberikan manfaat bagi warga binaan," ujarnya.

Melalui program Gerakan Membaca ini, pihak rutan berharap masa pembinaan yang dijalani warga binaan dapat diisi dengan kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

"Harapannya program ini bisa memberikan dampak langsung bagi warga binaan. Mudah-mudahan mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan literasi selama menjalani masa pembinaan di Rutan Surabaya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Ojol Lagi Tunggu Penumpang Dilecehkan Pria Paruh Baya di Bogor
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jemaah Haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom: Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Preview Inggris vs Ghana: Tiga Singa Favorit, Black Stars Tahu Diri
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Tata Ruang Berkelanjutan untuk Kota yang Sehat
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.