KPEI Angkat Antonius Herman Azwar jadi Direktur Utama Gantikan Iding Pardi

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) pada Senin, 22 Juni 2026. KPEI mengangkat Antonius Herman Azwar menjadi Direktur Utama menggantikan Iding Pardi.

RUPS Tahunan KPEI kali ini melakukan pengangkatan anggota Direksi Perseroan untuk masa jabatan 2026–2030. Antonius diangkat sebagai Direktur Utama KPEI, menggantikan Iding Pardi yang akan menjadi Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI). 

KPEI menuturkan pengangkatan jajaran Direksi baru ini sejalan dengan penguatan struktur organisasi KPEI untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan layanan yang semakin kompleks. 

Dalam periode kepengurusan 2026–2030, KPEI melakukan perluasan struktur organisasi melalui penambahan direktorat baru dan penyesuaian pembagian fungsi kerja.

Dengan demikian, susunan Direksi KPEI yang akan menjalankan kepengurusan Perseroan hingga penyelenggaraan RUPS Tahunan tahun 2030, adalah sebagai berikut.

KPEI juga menyampaikan laporan kinerja operasional dan keuangan untuk tahun buku 2025. Direktur Utama KPEI periode 2022–2026, Iding Pardi, menyampaikan bahwa Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Bursa (RNTH) sepanjang tahun 2025 mencapai Rp18,07 triliun, meningkat 40,64% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga

  • Pendapatan KSEI Tembus Rp1,41 Triliun, Jumlah Investor Naik 37%
  • BEI dan KSEI Rilis Mekanisme HSC, Ini Skema hingga Evaluasi Saham Terkonsentrasi
  • Kinerja Keuangan BEI, KPEI dan KSEI 2025 Moncer, Pendapatan & Laba Tumbuh Solid

Sejalan dengan peningkatan aktivitas perdagangan, KPEI mencatat nilai penyelesaian transaksi sebesar Rp5,47 triliun dengan tingkat efisiensi transaksi mencapai 63,34%. 

Pada layanan lainnya, nilai transaksi Pinjam Meminjam Efek (PME) mencapai Rp118,90 miliar, sementara nilai transaksi Triparty Repo tercatat sebesar Rp544,98 miliar. 

Untuk layanan kliring transaksi Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS) melalui Electronic Bond Clearing System Penyelenggara Pasar Alternatif (e-BOCS PPA), KPEI membukukan nilai transaksi sebesar Rp178,29 triliun, dengan total frekuensi sebanyak 2.838 transaksi sepanjang tahun 2025.

Sebagai bagian dari fungsi manajemen risiko, hingga akhir tahun 2025 KPEI mengelola total agunan senilai Rp138,82 triliun, yang terdiri atas Rp130,69 triliun agunan online dan Rp8,13 triliun agunan offline. 

Selain itu, KPEI juga mengelola Cadangan Jaminan dan Dana Jaminan yang berfungsi sebagai sumber keuangan untuk perlindungan bersama dalam mengantisipasi risiko adanya kegagalan penyelesaian transaksi oleh Anggota Kliring. 

Pada tahun 2025, nilai Dana Jaminan dan Cadangan Jaminan menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan penguatan kapasitas pengelolaan risiko dan ketahanan sistem yang dikelola KPEI.

Pada segmen Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) melalui layanan Central Counterparty (CCP) untuk transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), KPEI mencatat nilai nosional transaksi sebesar US$2,45 miliar dengan nosional net posisi sebesar US$2,3 miliar, sehingga berhasil membukukan efisiensi netting sebesar 6,11%. 

KPEI juga mencatatkan total transaksi DNDF sebanyak 586 transaksi dengan 518 net posisi, serta penambahan 3 anggota kliring, sehingga terdapat 11 anggota kliring CCP PUVA per akhir tahun 2025.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan, KPEI meluncurkan produk baru berupa layanan Triparty Agent Repo (TPA Repo) pada 29 September 2025. Dalam layanan ini, KPEI menjalankan fungsi sebagai Triparty Agent untuk proses kliring transaksi Repurchase Agreement (Repo) antarbank dengan underlying Surat Berharga Negara (SBN). Sepanjang tahun 2025, tercatat 17 transaksi TPA Repo dengan total nilai transaksi sebesar Rp335 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi, Menhaj sambut langsung kedatangan petugas di Bandara Soetta
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran di Asemrowo
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Puncak Milad ke-72 UMI, Resmikan Masjid Umar bin Khattab Pascapembaruan Fasilitas
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Siap Kaji Ulang Rencana Penambahan Layer Cukai Usai Ditolak DPR
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dukungan ke Monarki Inggris Merosot, Terendah dalam 30 Tahun
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.