Rencana Alokasi Dana IPO RANS Entertainment, Raffi Ahmad Bangun Cipungland hingga Ekspansi Bisnis Konser Musik

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - RANS Entertainment milik Raffi Ahmad bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO). 

Perusahaan tersebut tidak hanya menawarkan saham kepada publik, namun juga telah merinci rencana penggunaan dana yang akan dihimpun dari pasar modal.

Salah satu alokasi dana IPO terbesar sekitar 18,64 persen akan dialokasikan untuk pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif "Cipungland".

BACA JUGA:Perusahaan Raffi Ahmad RANS Entertainment Bakal IPO, Bidik Dana hingga Rp429 Miliar

Tak hanya itu, alokasi dana sebesar 37,61 persen juga akan digunakan untuk penyelenggaraan konser musik lokal hingga internasional di berbagai kota Indonesia.

RANS Entertainment sendiri menawarkan sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara dengan 20,02 persen dari pasar modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Perusahaan milik Raffi Ahmad itu juga menetapkan penawaran berkisar Rp135 hingga Rp170 per saham.

Adapun hasil yang akan dihimpun perusahaan tersebut mencapai Rp340,87 miliar hingga maksimal Rp429,25 miliar. 

Untuk mendukung proses tersebut, RANS  menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

BACA JUGA:Raffi Ahmad Bekali Rohis Keseimbangan Ilmu dan Nilai Rohani sebagai Kunci Generasi Berkarakter

Rencana Alokasi Dana IPO RANS Entertainment

RANS Entertainment telah menyusun skema alokasi dana IPO, skitar 6,98 persen dana akan digunakan untuk melunasi lebih awal seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian 18,64 persen dana dialokasikan untuk pembangunan pusat bermain edukatif, Cipungland.

Cipungland sendiri bukan merupakan bisnis baru bagi RANS, wahata dan pusat bermain itu telah dijalankan sejak 2025

Pada tahun itu, Cipungland telah menjalankan format aktivasi di dua lokasi yakni Bekasi dan Karawang.

Dengan dana IPO, RANS berencana mengembangkan Cipungland dengan skala lebih besar sebagai wahana permanen berbasis intellectual property (IP).

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO: Penularan Wabah Ebola di Kongo Lampaui 1.000 Kasus Dalam Sebulan
• 56 menit lalunarasi.tv
thumb
Prabowo Pastikan Tak Ada Daerah Tertinggal Akibat keterbatasan Akses Infrastruktur
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Mengapa Perempuan Berpendidikan Masih Sering Dianggap 'Sia-sia'?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Datangi Kamar Kos Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung, Ruang yang Jadi TKP Diperiksa Detail
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Bhayangkara, Polda Kalsel gelar bakti kesehatan sasar 7.414 orang
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.