WHO: Penularan Wabah Ebola di Kongo Lampaui 1.000 Kasus Dalam Sebulan

narasi.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan jumlah kasus terkonfirmasi telah melampaui angka 1.000 dalam waktu kurang dari satu bulan sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei.

Hingga Senin, 22 Juni 2026, Menurut Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Abdi Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Selasa, Kementerian Kesehatan Kongo mencatat 1.048 kasus terkonfirmasi termasuk 267 kematian.

"Sejak terakhir kali saya memberikan pengarahan pada 9 Juni dari Bunia, wabah ini terus meluas," kata Mahamud.

Angka kematian akibat wabah ini juga sangat memprihatinkan, tercatat lebih dari 250 jiwa telah meninggal dunia. Data terakhir menunjukkan 267 kematian dari total kasus, memperlihatkan tingkat fatalitas yang tinggi dan menunjukkan tingkat bahaya yang serius dari penyakit ini.

Penyebab wabah ini adalah varian virus Ebola jenis Bundibugyo, suatu strain yang dikenal relatif langka jika dibandingkan varian lain yang pernah muncul.

Varian ini menimbulkan tantangan tersendiri karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin maupun pengobatan spesifik yang dapat secara efektif mengatasi infeksi Bundibugyo.

Pola Penularan dan Sebaran Geografis

Pola penyebaran Ebola di wilayah Kongo menunjukkan variasi yang berbeda-beda di setiap zona kesehatan yang terdampak. Beberapa daerah mengalami tren kasus yang relatif stabil, sementara wilayah lainnya memperlihatkan lonjakan kasus secara tajam dalam waktu singkat.

Upaya penanganan terus diperluas untuk mengimbau perkembangan wabah. Kapasitas perawatan meningkat dari hanya beberapa tempat tidur menjadi lebih dari 500 tempat tidur terbesar di 19 pusat kesehatan dalam dua pekan terakhir.

Pada aspek laboratorium, kapasitas pengujian juga mengalami peningkatan drastis. Awalnya hanya mampu melakukan sekitar 30 tes per hari, kini kapasitas sudah mencapai lebih dari 2.000 tes per hari melalui delapan laboratorium yang terdesentralisasi di beberapa provinsi terdampak, seperti Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Respons dan Dukungan Internasional

Mahamud memperingatkan pusat-pusat perawatan mulai menghadapi terkanan besar, dengan tingkat kekurangan tempat tidur mencapai 84 persen dari kapasitas yang tersedia.

Melihat wabah itu menjadi situasi yang "menantang dan kompleks", Mahamud mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengajukan permohonan pendanaan sekitar 115 juta dolar AS untuk memperlambat hingga menghentikan penularan Ebola di wilayah tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa negara tetangga, Uganda, telah melaporkan kasus Ebola terkonfirmasi ke-20 terkait dengan wabah yang sedang berlangsung di Kongo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lionel Messi Cetak Sejarah, Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia!
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polres Metro Bekasi Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, 2 Pria Ditangkap
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Lepas 20,02 Persen Saham Demi Raup Dana Rp429 Miliar
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
BTN Kaji Buyback Saham karena Dinilai Undervalued, Disiapkan untuk Program Kepemilikan Karyawan
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Data Strategis Indonesia Diproses di Amerika, Proyek IFSAR BIG Wajib Dikawal Ketat
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.