FIABCI Dorong Tiga Agenda di PBB: Hunian Terjangkau, Keberlanjutan, dan Digitalisasi

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Federasi Realestat Internasional (FIABCI) akan memfokuskan advokasinya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tiga isu utama, yakni penyediaan perumahan terjangkau (affordable housing), pembangunan berkelanjutan, dan pengelolaan dampak digitalisasi teknologi.

Tiga agenda tersebut akan dibawa oleh Ketua Kehormatan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, yang baru ditunjuk sebagai FIABCI Representative of UN Geneva atau perwakilan khusus FIABCI untuk PBB Jenewa.

Soelaeman mengatakan penyediaan hunian terjangkau menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi negara-negara berkembang di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Menurutnya, isu tersebut menjadi perhatian utama FIABCI karena menyangkut akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.

Affordable housing menjadi isu penting karena sebagian besar penduduk dunia yang tinggal di belahan bumi selatan masih menghadapi tantangan dalam memperoleh hunian yang layak dan terjangkau,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).

Selain perumahan, FIABCI juga menempatkan isu keberlanjutan pembangunan sebagai agenda strategis yang akan diperjuangkan dalam berbagai forum internasional. Cakupan isu tersebut meliputi perlindungan lingkungan hidup, ketahanan pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hingga mitigasi bencana.

Menurut Soelaeman, pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan sosial masyarakat.

Baca Juga

  • Maruarar Usul Alokasi KUR Perumahan Ditambah Jadi Rp50 Triliun
  • Semen Indonesia (SMGR) Sasar Proyek Renovasi Rumah dan Hunian Baru
  • Kementerian PKP Lirik Penggunaan Sepablock untuk Program 3 Juta Rumah di Indonesia

“Bagaimana kita memastikan kehidupan manusia di bumi terus berlanjut, tetapi lingkungannya tetap terjaga termasuk lingkungan sosial. Hal ini perlu menjadi perhatian besar bagi dunia dan juga Pemerintah Indonesia,” katanya.

Adapun isu ketiga yang menjadi perhatian FIABCI adalah digitalisasi teknologi. Soelaeman menilai perkembangan teknologi yang semakin cepat membawa dampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk industri properti dan pasar tenaga kerja.

Dia mengatakan digitalisasi tidak dapat dihindari, tetapi perlu dikelola secara bijak agar tidak mengurangi kesempatan kerja dan sumber penghasilan masyarakat.

“Teknologi harus mendukung keberlanjutan kehidupan manusia. Jangan sampai kemajuan digital justru menciptakan masalah sosial baru akibat hilangnya lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Soelaeman, ketiga isu tersebut sejalan dengan harapan yang disampaikan oleh UN Habitat kepada FIABCI sebagai organisasi global yang mewakili pelaku industri realestat dari berbagai negara.

Karena itu, FIABCI akan mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional untuk mempercepat pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dia menambahkan negara-negara berkembang di belahan bumi selatan juga membutuhkan dukungan yang lebih besar dalam pembangunan infrastruktur dasar guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sejumlah forum internasional, Soelaeman mengaku pernah mengusulkan agar negara-negara maju tidak hanya memanfaatkan pasar dan sumber daya alam negara berkembang, tetapi juga berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan infrastruktur.

“Negara di belahan bumi selatan jangan hanya dimanfaatkan pasarnya untuk menjual produk-produk negara maju dan dieksploitasi sumber daya alamnya saja, tetapi sebagian kecil dari keuntungan mereka itu seharusnya dikembalikan ke negara-negara berkembang dalam bentuk infrastruktur,” katanya.

Soelaeman sendiri baru saja ditunjuk sebagai FIABCI Representative of UN Geneva oleh Presiden FIABCI periode 2025–2026, Antonio Campagnoli, dalam ajang FIABCI World Congress ke-76 yang berlangsung di Wina, Austria, pada 8–12 Juni 2026.

Dalam posisi tersebut, dia akan mewakili FIABCI dalam berbagai forum dan sidang organisasi PBB di Jenewa yang membahas isu perdagangan, pembangunan ekonomi, kesehatan, hingga ketenagakerjaan global.

Penunjukan tersebut menambah kiprah internasional Soelaeman yang sebelumnya menjabat Presiden FIABCI Asia Pasifik selama empat periode berturut-turut pada 2018–2022 dan kemudian menjadi anggota Board of Directors FIABCI periode 2022–2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tokenisasi Aset Melonjak, Kapitalisasi Pasar RWA Tembus 32,38 Miliar Dolar AS
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perang Tekan Stok Sulfur, MIND ID Kembangkan Sumber Lokal untuk Hilirisasi Nikel
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
5 Sikap Toksik Orang Tua yang Digambarkan di Drakor Teach You a Lesson
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Musim Libur Sekolah, Penumpang di Bandara Soetta Diprediksi Capai 1,91 Juta Orang 
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.