Bisnis.com, JAKARTA — PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) memproyeksikan adanya perlambatan penjualan seiring dengan keputusan Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan (BI Rate) ke level 5,75% pada Juni 2026.
Direktur MTLA, Olivia Surodjo menjelaskan bahwa kondisi perlambatan itu terjadi seiring dengan mayoritas pembelian unit MTLA masih didominasi oleh Kredit Pembelian Rumah (KPR).
“Mayoritas konsumen MTLA masih didominasi oleh KPR, hingga April 2026 pembelian menggunakan KPR lebih dari 80% sisanya pembayaran tunai, maupun cicilan bertahap,” kata Olivia kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Kendati demikian, Olivia menekankan penjualan unit pada semester II tetap memiliki peluang besar, khususnya bagi pasar rumah pertama (firts home buyer). Hal itu didukung oleh insentif bebas pajak (PPN DTP) yang masih digulirkan pemerintah.
Selain itu, kenaikan suku bunga KPR juga diproyeksi masih akan terjadi pada tiga hingga 6 bulan mendatang. Dengan demikian, penjualan dipastikan masih dalam level stabil.
“MTLA melihat prospek sektor properti semester II masih ada peluang untuk first home buyer didukung insentif PPNDTP. Walaupun kami melihat ada sedikit perlambatan tetapi kami berharap tidak terlalu signifikan dampaknya ke penjualan,” imbuhnya.
Baca Juga
- Metland (MTLA) Pede Penjualan Properti Tetap Tumbuh Meski Suku Bunga Naik
- Hotel di Jalur Mudik Andalan Metland (MTLA) Pacu Kinerja Selama Libur Idulfitri
- Metland (MTLA) Ungkap PPN DTP Topang Penjualan hingga 50% per September 2025
Untuk diketahui sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo saat mengumumkan Hasil RDG pada hari ini, Kamis (18/6/2026).
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%," ujar Perry.
Sejalan dengan itu, bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi masing-masing 4,75% dan 6,5%.





