FSPMI Buka Suara soal Isu 2 Pabrik Otomotif Jepang Hengkang dari RI

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur menyatakan bahwa kabar mengenai relokasi penuh dari aktivitas produksi pabrik dari perusahaan suku cadang ataupun komponen otomotif, PT J dan PT S, yang terletak di Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan tidaklah benar sepenuhnya. 

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur Jazuli mengakui bahwa informasi yang semula ramai diketahui publik lewat pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, Minggu (21/6/2026) tersebut, memang disampaikan oleh dirinya secara pribadi kepada Presiden Partai Buruh tersebut untuk dapat diteruskan dan ditindaklanjuti kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi mungkin sedikit saya luruskan ya, kebetulan saya yang menginformasikan kepada Pak Said Iqbal ya. Jadi memang itu benar perusahaannya itu ada di Pasuruan dan di Mojokerto. Makanya saya menginformasikan kepada beliau dan juga kepada pemerintah. Ini semangatnya Pak Prabowo 'kan terbentuknya Satgas Anti Pencegahan PHK," kata Jazuli saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/6/2026).

Dia menjelaskan bahwa persoalan yang terjadi adalah pemindahan sebagian besar aktivitas produksi yang selama ini dilakukan oleh kedua pabrik tersebut ke industri milik perusahaan terkait yang telah terbangun di luar negeri. Isu tersebut, tutur Jazuli, adalah rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran yang telah dibahas oleh pihak perusahaan dan serikat buruh sejak tiga tahun terakhir.

"Persoalan itu sebenarnya sudah lama ya dibicarakan antara kita dengan pihak perusahaan. Sudah dua atau tahun yang lalu mungkin wacana itu, tetapi satu yang perlu digarisbawahi yaitu pabrik tidak berhenti total," tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa masing-masing pabrik industri suku cadang otomotif di Mojokerto dan Pasuruan tersebut memiliki kantor pusat di 'Negeri Sakura', Jepang dan bernaung dalam satu induk perusahaan yang sama. Selain di Jawa Timur, Jazuli mengungkapkan bahwa korporasi tersebut juga memiliki pabrik di sejumlah daerah tanah air serta di negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga

  • Pemerintah Cari Cara Cegah Relokasi 2 Pabrik Otomotif Jepang ke Vietnam
  • 2 Pabrik Otomotif Jepang Relokasi ke Vietnam, 7.000 Karyawan Terancam PHK
  • Relokasi Dua Pemasok Komponen Otomotif Jepang ke Vietnam Jadi Alarm Industri

"Memang perusahaan ini kan grup, pusatnya di Jepang. Ya ada di beberapa negara termasuk di Indonesia pun di Jawa Timur ada dua, Jawa Tengah, Tangerang juga ada. Nah, termasuk kalau di luar negeri itu ada di Vietnam, kalau tidak salah di Filipina, dan ada di beberapa negara yang lain. Lah, memang rencananya itu akan ada pengurangan besar-besaran, tapi tidak berhenti total," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Jazuli mengungkapkan potensi total jumlah pekerja yang berpotensi terkena PHK bila wacana tersebut benar-benar direalisasikan tercatat lebih dari 5 ribu orang banyaknya. Oleh sebab itu, serikat buruh pun berharap pemerintah pusat maupun daerah untuk dapat bergerak cepat agar kejadian yang tidak diharapkan itu dapat diantisipasi sedini mungkin.

"Kalau itu 5.000 [pekerja] aja mungkin ada. Kalau dua perusahaan itu ya lebih mungkin ya. Bisa lebih ya kalau perusahaan itu kalau dua perusahaan itu sampai terjadi pengurangan. Itulah yang kita khawatirkan. Makanya harapan kita ya tadi itu, pemerintah bergerak cepat, mengajak diskusi baik dengan pengusahanya, baik dengan melibatkan di industri ataupun yang lainnya," ujarnya. 

Lebih lanjut, Jazuli menyatakan kembali bahwa dua pabrik komponen otomotif tersebut tidak akan tutup sepenuhnya dan memindahkan aktivitas produksi sepenuhnya ke Vietnam. Ia menyebut bahwa terjadi miskomunikasi mengenai informasi yang disampaikannya kepada Said Iqbal itu. 

"Mungkin yang ditangkap oleh Bung [Said] Iqbal itu miskomunikasi ya, disangka mungkin perusahaan itu akan tutup. Tidak, tidak. Enggak enggak. Hanya mengurangi, tapi mengurangi mengurangi besar ya. Mengurangi, tapi besar. Ya itu juga sudah khawatir juga kita itu," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkapkan dua perusahaan komponen otomotif berencana memindahkan operasinya dari Indonesia ke Vietnam.

Said, yang juga menjabat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tidak mengungkap identitas lengkap kedua perusahaan tersebut. Dia hanya menyebut perusahaan itu sebagai PT J dan PT S yang beroperasi di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. 

Menurut Said, kedua perusahaan yang berpusat di Jepang tersebut memilih merelokasi investasinya karena mempertimbangkan kondisi geopolitik global dan arah pengembangan industri otomotif.

"Karena situasi perang yang tidak menentu membuat principal di Jepang akan memindahkan ke negara-negara yang lebih produktif, dan mengubah diversifikasi produknya. Karena ini mobil, mereka akan berfokus ke mobil listrik, yang pengembangannya ada di Vietnam. Bukan di Indonesia," kata Said dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Strategis Indonesia Diproses di Amerika, Proyek IFSAR BIG Wajib Dikawal Ketat
• 4 jam laludisway.id
thumb
Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Keuangan Raperda Pertanggungjawaban APBD Jatim 2025
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Klasemen Piala Dunia 2026: Argentina, Prancis dan Norwegia Lolos 32 Besar, 1 Wakil Asia Gugur
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkot Jakarta Selatan Resmikan Klinik PMI, Permudah Akses Layanan Kesehatan Warga
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Bidik Pasar Eurasia dan Perkuat Kerja Sama Industri Rusia melalui INNOPROM 2026
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.