JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto memuji Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat.
Prabowo mengatakan salah satu ciri khas NU yang telah lama ia amati adalah komitmennya terhadap bangsa dan negara.
BACA JUGA:Sebanyak 120 Jemaah Haji Masih Jalani Perawatan di RS Arab Saudi, Ini Kata Menhaj
Menurutnya, NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi wadah yang menanamkan rasa cinta tanah air.
"Ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik," kata Prabowo dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menilai semangat kebangsaan tersebut bahkan telah tercermin dalam lagu Syubbanul Wathon yang menjadi lagu kebanggaan warga NU.
BACA JUGA:Diler Modern Premium Mitsubishi Motors di Tengah Kota Jakarta
Menurut Prabowo, lagu yang diciptakan sebelum Indonesia merdeka itu telah memuat pesan-pesan kuat tentang kecintaan terhadap tanah air.
"Sampai-sampai lagunya NU yang ditulis atau dibuat sebelum Indonesia merdeka, tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta tanah air yang luar biasa," ujarnya.
Eks Menteri Pertahanan ini juga mengapresiasi tradisi NU yang terus mempertahankan lagu tersebut dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia mengaku hampir tidak pernah melihat acara NU tanpa lantunan Syubbanul Wathon.
BACA JUGA:97.477 Jemaah dan 1.038 Petugas Haji Telah Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
"Ini masih dipertahankan. Setiap acara NU saya perhatikan lagu Syubbanul Wathon tidak pernah tidak dinyanyikan," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga melontarkan guyonan terkait cara warga NU menyanyikan lagu tersebut dengan tangan mengepal. Menurutnya, gestur tersebut mencerminkan semangat dan militansi yang kuat.
"Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan. Kepalan. Ini luar biasa ini. Saya, ini belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus," ujar Prabowo yang disambut tawa hadirin.
Ia kemudian menambahkan bahwa salam kepalan tangan yang kerap dilakukan warga NU sudah ada jauh sebelum tradisi salam komando yang dikenal di lingkungan militer saat ini.
- 1
- 2
- »





