Di Bangkalan, Presiden Sebut NU Faktor Stabilisator Bangsa

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

BANGKALAN, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menyebut Nahdlatul Ulama atau NU sebagai faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara Indonesia tetap aman. Meskipun merupakan organisasi keagamaan, NU sangat nasionalis, patriotik, dan cinta Tanah Air sehingga selalu tampil ketika bangsa menghadapi masa-masa sulit.

"Oleh karena itu, saya yakin dan percaya bahwa NU akan selalu memiliki peranan yang positif dan baik bagi bangsa dan negara," ujar Presiden dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Presiden mengaku selalu merasa nyaman dan aman berada di tengah keluarga besar NU. Ia mengenang telah mengenal NU sejak kecil karena bertetangga dengan keluarga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Presiden keempat Republik Indonesia. "Eyang putri saya memang dari NU," katanya.

Presiden menekankan, NU didirikan pada 31 Januari 1926 atau jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sebagai organisasi keagamaan, kecintaan NU terhadap nasionalisme, patriotisme, dan tanah air sangat tinggi serta tercermin dalam Syubbanul Wathan, mars resmi NU.

"Mars NU ditulis jauh sebelum kemerdekaan. Sudah mengandung nilai-nilai cinta Tanah Air yang luar biasa dan masih dipertahankan sampai sekarang," ujar Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

NU digerakkan oleh jemaah yang dipimpin para kiai dan ulama. Menurut Presiden, tokoh agama merupakan kelompok yang paling dekat dengan rakyat, termasuk di pedesaan, pedalaman, dan wilayah terpencil. Para kiai dan ulama memahami suasana batin yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari lapisan terbawah. Hal itu dinilai wajar karena semua elemen bangsa, termasuk aparatur negara, tentara, dan polisi, berasal dari rakyat.

Baca JugaNuansa Damai Diutamakan, Muktamar NU Digelar pada 1-5 Agustus
Baca JugaJelang Muktamar PBNU, Gus Yahya Ingatkan Persatuan dan Hindari Kontroversi Baru

Presiden melanjutkan, dirinya dilantik pada 20 Oktober 2024 di hadapan seluruh rakyat Indonesia dan disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta seluruh peraturan perundang-undangan.

"Saya disumpah, saya harus menjalankan. Kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis karena memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan. Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya. Tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya," ujar Kepala Negara.

Presiden mengungkapkan, banyak penyimpangan yang menyebabkan kekayaan negara tidak sepenuhnya dinikmati rakyat. Bahkan, sebagian besar kekayaan bangsa mengalir ke luar negeri dan tidak memberikan manfaat optimal bagi pembangunan nasional.

Presiden mengaku terkejut dan prihatin setelah melihat besarnya potensi kekayaan negara yang hilang selama ini. Namun, upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan sebagai tanggung jawab bersama untuk memperbaiki keadaan.

"Ini bukan mencari kesalahan. Kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama. Tetapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya lakukan supaya saya tidak ingkar sumpah kepada bangsa dan rakyat," kata Presiden.

Sebelum menghadiri penutupan musyawarah nasional-konferensi besar itu, Presiden mengunjungi Kabupaten Sampang, yang berada di sebelah timur Kabupaten Bangkalan, untuk meresmikan pembangunan 1.151 kilometer jalan desa dan jalan daerah.

Menurut Presiden, biaya pembangunan infrastruktur tersebut hanya mencapai Rp 5,4 triliun. Jika anggarannya ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun, ribuan kilometer jalan dan jembatan dapat dibangun, termasuk untuk memperbaiki sekolah rakyat.

Presiden mengklaim pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah merebut kembali 5 juta hektar kawasan kebun kelapa sawit. Kawasan tersebut sebelumnya dikuasai oleh perusahaan yang tidak sesuai dengan laporan, berada di kawasan hutan lindung, atau memalsukan dokumen.

Pemerintah juga telah menutup ratusan tambang ilegal. Salah satu tambang disebut mengeruk dan menyelundupkan emas, perak, serta logam berharga senilai ratusan miliar rupiah setiap bulan. Meski telah dilakukan penertiban oleh TNI, Bea Cukai, dan berbagai aparat penegak hukum, praktik penyelundupan masih berlangsung.

"Jadi, memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar. Negara kita luas. Negara kita sangat kaya. Karena itu kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah benar-benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di Pemerintah Republik Indonesia. Ini tidak ringan. Tetapi apa boleh buat, semua harus kita kerjakan supaya negara kita selamat," ujar Presiden yang disambut tepuk tangan warga nahdliyin.

Prabowo mengaku heran karena selama tujuh tahun terakhir ekonomi Indonesia disebut tumbuh rata-rata 5 persen per tahun. Secara logika, Indonesia seharusnya menjadi lebih kaya sekitar 30-35 persen. Namun, menurut dia, jumlah penduduk miskin justru bertambah dan sebagian kelas menengah turun menjadi kelompok rentan miskin.

"Artinya, yang tambah kaya hanya segelintir orang. Ini tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan keinginan para pendiri bangsa," katanya.

Presiden menyatakan kekayaan nasional terus mengalir ke luar negeri. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diolah Dewan Ekonomi Nasional, selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan, kecuali dalam lima tahun tertentu.

Keuntungan perdagangan mencapai 436 miliar dollar AS. Namun, uang yang keluar mencapai 343 miliar dollar AS sehingga manfaat yang tersisa menjadi sangat kecil.

"Menurut PBB, yang terjadi dengan negara kita adalah under-invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha berbohong. Kalau menjual 1.000 ton, yang dilaporkan hanya 500 ton sehingga negara dirugikan. Setelah dihitung, berdasarkan angka dari PBB, kita telah rugi 908 miliar dollar AS selama 34 tahun atau sekitar Rp 15.000 triliun," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat melalui NU. Salah satu dampaknya adalah keterbatasan kemampuan pemerintah menaikkan gaji guru maupun pegawai karena anggaran negara terus bocor.

Kebocoran uang negara diperkirakan mencapai 150 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.500 triliun per tahun. "Ini sedang saya perbaiki semua," kata Prabowo.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan efisiensi melalui pengurangan jumlah badan usaha milik negara (BUMN). Menurut Presiden, pemerintah telah menutup 240 BUMN yang merugi. Ia bahkan membayangkan jumlah itu dapat bertambah hingga 700-800 BUMN sehingga anggaran penyertaan modal negara dapat dihemat hingga triliunan rupiah.

Baca JugaMuktamar NU dan Harapan Baru
Baca JugaLampung Jadi Penanda Kebangkitan Abad Ke-2 Nahdlatul Ulama

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, munas-konbes merupakan forum permusyawaratan nahdliyin yang paling strategis menjelang Muktamar Ke-35 NU. Pembukaan dan sidang komisi munas-konbes telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, pada 20-22 Juni 2026.

"Munas-konbes menyepakati Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 di lokasi yang akan segera kami tetapkan. Mohon doa restu agar NU senantiasa hadir dan tegak menjaga, melestarikan, serta memelihara bangsa Indonesia," kata Yahya.

Yahya melanjutkan, dalam penutupan tersebut hadir para kiai, pimpinan, kader, dan warga nahdliyin, termasuk yang memadati area di luar lokasi acara.

"Warga NU memperlihatkan cinta yang besar kepada bangsa dan negara, termasuk kepada pemimpinnya, yakni Presiden. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara, siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Kami tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme terhadap Indonesia," ujarnya.

"Kami istiqamah dalam perjuangan demi kemaslahatan umat. Ancaman apa pun, pertolongan Allah akan datang. Tidak akan meleset. Akan ada kemenangan selama teguh dalam iman. Kami ingin membersamai Presiden demi bangsa dan negara menuju Indonesia Gemilang," kata Yahya.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan, NU tidak pernah ragu memberikan dukungan kepada pemerintah. "Selama pemerintah tidak mengajak kepada kekufuran dan kefasikan, pemerintah akan tetap mendapat dukungan kuat dari NU dalam memperjuangkan keadilan dan nasib rakyat," ujarnya.

Miftachul juga mengajak nahdliyin untuk terus memberikan dukungan kepada pemerintah agar dapat memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.

"Selama Presiden terus memperjuangkan kepentingan rakyat, beliau akan mendapat doa terbaik karena rakyat merasakan manfaatnya. Semoga segala harapan dapat terwujud sehingga negara menjadi makmur dan adil dalam kemakmuran," katanya.

Penutupan ditandai dengan penabuhan kentongan oleh Presiden yang didampingi Miftachul, Yahya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar, serta Sekretaris Jenderal PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Acara penutupan turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Polri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda Jawa Timur, para kiai dan ulama pengasuh 67 pondok pesantren terkemuka, Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, serta Pengurus Cabang NU se-Jawa Timur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BUKAN AIB! Dr. Ngabila Salama Ajak Masyarakat Stop Stigma Terhadap Pasien TBC
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Soal Isu PHK di Jawa Timur, Said Iqbal: Masih Bisa Dinegosiasi
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bamsoet Dorong RI-China Tingkatkan Kerja Sama Bidang Teknologi Kesehatan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Piala Dunia 2026: Pelatih Prancis Puas Libas Irak 3-0
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RANS Entertainment Raffi Ahmad Mau IPO, Ternyata Duitnya Buat Ini
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.