Eks Perdana Menteri Israel Bongkar Netanyahu Selundupkan Reseptor Starlink ke Iran untuk Bantu Demonstran Anti-pemerintah

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TEL AVIV—Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan pada hari Selasa bahwa Israel telah menyelundupkan penerima internet Starlink ke Iran untuk membantu pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Namun, ia menuduh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal menindaklanjuti rencana tersebut.

Bennett, yang menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 2021 hingga 2022, menyampaikan pernyataan tersebut pada KTT Kebijakan Internasional JNS di Yerusalem.

Dia mengatakan pemerintahan Netanyahu telah memulai proses memperoleh dan menyelundupkan puluhan ribu reseptor Starlink ke Iran yang memungkinkan kelangsungan internet dan jaringan sosial.

Starlink, milik SpaceX milik Elon Musk, menyediakan koneksi internet satelit.

Iran sebelumnya menuduh Israel dan Amerika Serikat menyelundupkan perangkat tersebut ke negaranya untuk melemahkan keamanan negara tersebut.

Starlink tidak memiliki izin untuk beroperasi di Iran, tetapi Musk sebelumnya mengatakan layanan tersebut aktif di sana.

Bennett mengatakan penerima Starlink dimaksudkan untuk memungkinkan pengunjuk rasa di Iran berkoordinasi dan pada akhirnya menggulingkan pemerintah Iran.

“Sayangnya, pemerintah Israel yang tidak kompeten saat ini berhenti melakukan hal tersebut,” kata Bennett dikutip dari Turkiye Today.

“Dan ketika protes terjadi, infrastruktur itu tidak ada,” tambahnya.

Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Bennett.

Pihak berwenang Iran telah menutup akses masyarakat terhadap internet selama periode kerusuhan.

Pembatasan tersebut termasuk pada periode perang AS dan Israel dengan Iran, yang dimulai pada akhir Februari.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa beberapa warga Iran beralih ke Starlink selama pemadaman internet.

Bennett, pemimpin partai sayap kanan, adalah salah satu dari beberapa politisi oposisi yang berusaha menggantikan Netanyahu dalam pemilu yang dijadwalkan pada bulan Oktober.

Dia mengatakan bahwa jika dia kembali menjabat, dia akan berupaya melemahkan pemerintahan Iran dengan tujuan menggulingkannya.

Bennett mengatakan hal itu dapat mencakup tindakan-tindakan selain serangan militer langsung, seperti sabotase ekonomi dan industri. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rosan Bocorkan Rencana Besar di Balik Drama Hotel Sultan, Bakal Jadi Ikon Baru
• 23 jam laludisway.id
thumb
Nadiem Makarim Usai Duplik: Kasus Chromebook Melampaui Batas, Niat Baik Dijadikan Niat Jahat
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Baleg DPR dan Pemerintah Sepakat Bahas RUU Pusat Finansial Internasional
• 10 jam laludetik.com
thumb
Cara Praktis Pemesanan Tiket Pesawat untuk Efisiensi Perjalanan Bisnis
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenimipas Gelar Diskusi Bareng UI-KSP, Bahas Program Ketahanan Pangan
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.