JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah di Kali Gendong, Jakarta Utara, tak lagi terlihat menutupi pemukaan kali tersebut seperti dalam video viral yang beredar di medoa sosial.
Pantauan Kompas.com di lokasi, tumpukan sampah yang sebelumnya berada di aliran air Kali Gendong kini sudah mulai berkurang signifikan.
Sampah di aliran kali masih ada yang tersisa, tetapi tidak sepenuhnya menutupi aliran kali.
Baca juga: Kali Gendong Jorok karena Ulah Warganya
Sampah yang masih tersisa di aliran kali didominasi oleh sampah plastik.
Meski sampah berkurang, aliran Kali Gendong tampak berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Sementara, terpasang banner berwarna putih dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang bertuliskan peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Baca juga: Sudah Sering Dibersihkan, Kali Gendong Masih Kotor Terus
Sejumlah warga RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku membuang sampah ke Kali Gendong karena sampah di aliran air tersebut dinilai lebih cepat dibersihkan petugas dibandingkan sampah yang dibuang di darat.
Salah seorang warga, Avi (bukan nama sebenarnya), mengatakan warga sempat memiliki tempat pembuangan sampah di darat. Namun, sampah yang dibuang ke lokasi tersebut disebut tidak rutin diangkut.
Baca juga: Ketiadaan Tempat Sampah buat Warga Buang Sampah ke Kali Gendong
"Bukan enggak ada tempat, dulu di sini dan di depan sana ada. Kuning tuh kotak kuning, ada tempatnya, tapi enggak ada yang ngambil karena beda petugas. Kalau dibuang ke laut (kali), tiap hari diambilin," ujar dia kepada Kompas.com, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih membuang sampah ke kali.
"Akhirnya warga kan mikir, lama-lama kan ah buang di sini kadang engga diambil, sampai numpuk-numpuk, karena ditanya juga petugasnya 'itu bukan bagian saya'. Serba salah ya. Ya udah akhirnya buangnya ke laut-laut (kali) aja," ujar dia.
Baca juga: Rumah di Bantaran Kali Gendong Persulit Petugas Membersihkan Sampah
Ia juga mengatakan, fasilitas penampungan sampah di lingkungan tersebut terbatas. Tempat sampah yang pernah tersedia dinilai tidak mampu menampung volume sampah warga.
"Sekarang juga enggak ada baknya. Dulu ada yang tiga warna organik itu cuma tempat sampahnya tuh kecil, enggak cukup. Ya wilayah kita kan sepadat dan seramai ini ya," kata Avi.
Senada, Slamet (40) salah seorang warga lainnya menjelaskan, warga merasa sampah yang dibuang ke kali lebih cepat dibersihkan dibandingkan sampah yang dibuang di darat.
Baca juga: Pengerjaan Tahap Akhir LPS Kali Gendong Terkendala Meningkatnya Aktivitas Pembuangan Sampah Banjir
"Setiap kita buang di situ (kali), pagi udah enggak ada (bersih). Tapi kalo kita buang di darat, masih sampai sore masih ada," kata Slamet.





