2 Gadis di Kendari Disekap dan Dijual lewat MiChat, Pelaku Ditangkap

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
2 Gadis di Kendari Disekap dan Dijual lewat MiChat, Pelaku DitangkapNasional | inews | Selasa, 23 Juni 2026 - 19:57Dengarkan Berita

KENDARI, iNews.id – Tragis dialami dua remaja perempuan berusia 16 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Keduanya disekap di sebuah hotel dan dipaksa melayani pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.

Tim URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil meringkus seorang mucikari pria berinisial DI. Pelaku tega mengeksploitasi kedua korban demi meraup keuntungan pribadi. 

Pengungkapan kasus perdagangan anak ini bermula dari adanya laporan darurat masyarakat yang masuk melalui hotline resmi Polri 110. Menerima informasi tersebut, Tim Satreskrim Polresta Kendari bersama personel Samapta dan Tim Buser 77 langsung bergerak mengepung lokasi. 

Petugas kemudian menggerebek sebuah hotel di kawasan Benua-Benua, Kota Kendari. Setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen hotel, polisi memeriksa salah satu kamar dan menemukan kedua korban dalam kondisi ketakutan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan psikologis sementara, kedua korban mengaku sudah disekap di dalam kamar hotel tersebut selama empat hari empat malam. 

Baca Juga:Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat

Kasat Reskrim Polresta Kendas, AKP Welliwanto Malau, mengungkapkan bahwa modus operandi pelaku adalah menjajakan kedua korban secara komersial melalui aplikasi percakapan MiChat. 

"Korban sempat menolak dan ingin pulang, namun tidak diperbolehkan oleh pelaku. Bahkan pelaku mengancam korban menggunakan senjata tajam dan batang besi agar tetap menuruti perintahnya," ujar AKP Welliwanto Malau, Selasa (23/6/2026).

Berawal dari Kenalan di Media Sosial

Setelah mengamankan korban, Tim Buser 77 langsung memburu DI dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa senjata tajam dan sebatang besi yang kerap digunakan untuk mengintimidasi korban.

Hubungan antara pelaku dan kedua korban diketahui berawal dari perkenalan di media sosial. Pelaku yang lihai kemudian membujuk rayu korban hingga akhirnya mereka terjebak dalam lingkaran eksploitasi seksual. 

Baca Juga:Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan

Saat ini, kedua korban yang masih syok telah mendapatkan pendampingan psikologis intensif dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kendari. Sementara itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri aliran uang transaksi serta memburu kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan TPPO tersebut.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakilnya Tersandung Dugaan Korupsi Rp18 Miliar, Bupati Indramayu Lucky Hakim Buka Suara
• 17 jam laludisway.id
thumb
Eks KSAL Sebut Kapal Induk Hibah Italia Idealnya "Tongkrongi" Natuna
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Ini Sektor BUMN yang Bakal Ditutup, Prabowo: Nggak Ada yang Untung, Rugi Terus
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bos BTN Buka Opsi Buyback Saham, Masuk Dalam Revisi RBB
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prediksi Skor Inggris vs Ghana: Head to Head, Susunan Pemain
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.