Mahasiswa PMII STAI DDI Mangkoso Desak Program MBG Dihentikan

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR.CO.ID, BARRU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Mangkoso menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Kota Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan  pada Selasa 23 Juni 2026.

 Terlihat dalam lokasi aksi, para peserta berkumpul di tengah jalan dekat tugu kemudian menyandera truk kontainer untuk menyampaikan aspirasi dari atas bak truk kontainer yang diparkir di sekitar tugu ikonik tersebut. 

Beberapa peserta aksi membawa bendera dan selebaran, sementara orasi disampaikan untuk menyuarakan perhatian mereka terhadap sejumlah isu strategis nasional. 

Petugas kepolisian dari Polres Barru turut dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi, mengatur arus lalu lintas, serta memantau situasi agar tetap kondusif. Hingga pertengahan aksi, suasana berjalan tertib tanpa terjadinya insiden yang mengganggu ketertiban umum.

Pendemo menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa sebagai pengawas sosial dan penggerak perubahan. Mereka menegaskan akan tetap mengedepankan cara damai serta membuka ruang dialog dengan pihak berwenang guna membahas tuntutan yang disampaikan.

Aksi berlangsung di tugu payung sekitar 30 menit kemudian bergeser ke arah kantor DPRD Barru guna menyampaikan aspirasi yang sudah siapkan menuntut agar program MBG dihentikan disampimg itu meminta bapak Prabowo dan Gibran tidak sekedar omon-omon dalam menjalankan amanah negara. 

Sejam setelah berorasi, pendemo membubarkan diri secara tertib dan kembali ke tempat masing-masing.

Dilain pihak sopir pengemudi dumptruk 10 roda mengaku kaget secara tiba-tiba dihentikan paksa oleh mahasiswa pas ketika kendaraannya melewat tugu kota Barru. 

“Saya lihat jelas dari lampu merah sebelumnya adik-adik mahasiwa ini berada di bahu jalan namun saya tidak menyangka ketika adik-adik mahasiswa ini langsung palang arahkan mobil singgah dan bahkan ada yang naik ke mobil dan sebagian berusaha memberhentikan mobil lain, sebab saya rencana arah ke Makassar mengambil muatan pupuk untuk di bawa ke Sidrap,” ungkap Irfan (35) selaku sopir Dumptruk 10 Roda ditemui Selasa (23/6/2026) dipinggir jalan sekitat tugu kota Barru.

“Tidak ada masalah saya di hentikan seperti ini dan di sandera oleh mahasiswa sepanjang tujuannya baik dan tidak merusak barang pribadi dan umum,saya cuma kaget saja dan dapat dilihat sendiri mereka menggunakan kontainer mobil dumptruk untuk berorasi,” tunjuk Irfan ke kerumuna massa pendemo. 

 “Andaikan mobil saya berisi muatan pupuk pak,sudah tentu saya tidak singgah dan kasih jalan untuk para mahasiwa ini apalagi dengan menyandera dumptruk 10 roda saya seperti itu,untung kontainernya kosong tidak ada muatan dan mereka menyandera hanya 30 menit untuk aksi demo di tugu kota Barru sehingga saya pasrah saja ikut untuk saat ini, ,” kunci Irfan (mrl)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nenek di Bengkulu Kehilangan Bansos Setelah Nama Anak Lurah Diduga Masuk ke KK Tanpa Izin
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Evaluasi Program Hilirisasi & Ketahanan Energi
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Penggemar Bola Wajib Tahu! MyPertamina Bagi-Bagi Jersey hingga Merchandise Eksklusif Begini Caranya
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
DPRD Jakarta Ingatkan Fokus ke Hasil Nyata, Alih-Alih Angka Capaian Kinerja
• 3 jam lalukompas.id
thumb
[FULL] Prabowo Resmikan Jalan Inpres Sepanjang 1.151 Km di Seluruh RI: Urat Nadi Ekonomi Rakyat
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.