Siaga Perang Baru, Bomber Nuklir Rusia Dibuntuti Jet Misterius 16 Jam

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: via REUTERS/HANDOUT

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat pembom strategis berkemampuan nuklir Tu-160 Rusia telah melakukan latihan di perairan Laut Barents dan Norwegia. Hal ini dikatakan Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa (23/6/2026), di tengah ketegangan antara Moskow dan NATO terkait konflik Ukraina.

Pesawat tersebut dikawal oleh jet tempur MiG-31 dan melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara. Kementerian mengatakan penerbangan itu sebagai penerbangan patroli rutin di wilayah Arktik antara Norwegia, Islandia, dan Greenland.


"Semua penerbangan Pasukan Dirgantara Rusia dilakukan sesuai dengan peraturan internasional yang mengatur penggunaan wilayah udara," kata kementerian itu melalui Telegram, dikutip RT.

Pilihan Redaksi
  • Negara-Negara Eropa Darurat, Sekolah Tutup-Acara Publik Batal
  • Deal Baru AS-Iran: Minyak Iran Bebas Meluncur, Hormuz Diambil Alih
  • Tiba-Tiba Xi Jinping "Bersih-Bersih" Perusahaan China, Ada Apa?
  • Kota di Jepang Bangkrut, PNS Dipotong Gaji Selama 20 Tahun

Meski demikian, Rusia mengatakan bahwa mereka dibuntuti pesawat tempur dari negara asing yang tidak disebutkan namanya. Jet misterius itu mengikuti selama 16 jam.

Sebelumnya, Rusia dan sekutunya Belarus melakukan latihan nuklir gabungan pertama mereka bulan lalu. Presiden Vladimir Putin mengatakan pencegahan nuklir melindungi kedaulatan kedua negara pada saat "meningkatnya ketegangan global, serta munculnya ancaman dan risiko baru".

Moskow telah memperingatkan bahwa dukungan militer NATO terhadap Ukraina dan meningkatnya militerisasi di Eropa dapat menyebabkan konflik yang lebih luas.

"Konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia dapat dengan cepat meningkat menjadi serangan nuklir, dengan konsekuensi bencana," tulis Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam sebuah opini baru-baru ini yang ditolak oleh Politico Europe.

"Keprihatinan yang mendalam atas usulan Perancis untuk memperluas pencegahan nuklirnya ke Jerman dan anggota NATO lainnya.

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg bulan ini, Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tidak akan menyerang anggota NATO kecuali Rusia diserang terlebih dahulu.

Sementara itu, Rusia menganggap latihan dilakukan di perairan netral. Namun faktanya Norwegia adalah bagian dari negara NATO yang bergabung tahun 1949 sementara Greenland juga milik Denmark, negara aliansi, yang juga bergabung di tahun yang sama.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: China dan Rusia Sambut Kesepakatan AS-Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Resmikan 1.151 KM Jalan Daerah, Tegaskan Tak Boleh Ada Wilayah Tertinggal karena Akses
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Donald Trump Dipastikan Ikut Menyerahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
• 23 menit lalumedcom.id
thumb
Masih Banyak Orangtua Larang Anaknya Vaksinasi, Menkes: Takut Demam
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Pembatasan Screen Time Penting Untuk Tingkatkan Kesehatan Otak Anak
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Geger Wacana Relokasi Pabrik Otomotif Jatim ke Vietnam, Begini Langkah FSPMI
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.