Peneliti Temukan Dinosaurus Aneh di Argentina, Leher Panjang Berkerangka Ganda

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Tim ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies baru dinosaurus sauropoda atau dinosaurus berleher panjang raksasa di wilayah Patagonia, Argentina. Menariknya, makhluk purba ini memiliki kombinasi karakteristik fisik yang sangat unik dan ‘aneh’ karena menyerupai gabungan dari dua kelompok dinosaurus terkenal dari benua berbeda.
 
Dinosaurus baru ini diberi nama resmi Bicharracosaurus dionidei. Nama genusnya diambil dari kata ‘bicharraco’, sebuah istilah dalam bahasa Spanyol yang berarti hewan besar. Sementara nama spesiesnya, ‘dionidei, diberikan untuk menghormati Dionide Mesa, seorang penggembala lokal yang pertama kali menemukan fosil tersebut di sebuah peternakan. Kombinasi Fitur yang Misterius Para peneliti berhasil menyelamatkan bagian penting dari tulang belakang dinosaurus ini, termasuk lebih dari 30 ruas tulang belakang atau vertebrae dari bagian leher, punggung, dan ekor. Selain itu, ditemukan juga beberapa tulang rusuk serta bagian dari tulang panggul.
 
Berdasarkan struktur tulangnya, fosil ini dipastikan milik seekor hewan dewasa yang hidup sekitar 155 juta tahun lalu di Gondwana, superkontinen kuno di belahan bumi selatan.

Apa yang membuat penemuan ini sangat menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan adalah anatominya yang tidak biasa karena beberapa bagian kerangkanya sangat mirip dengan Giraffatitan, dinosaurus kelompok brachiosaurid yang ditemukan di Tanzania, Afrika.
 

Baca Juga :

Fosil Dinosaurus Era Jurassic Ditemukan di Prancis Selatan
Di sisi lain, ciri-ciri tulang belakang bagian punggungnya justru lebih mirip dengan Diplodocus dan spesies kerabatnya yang berasal dari Amerika Utara.
 
“Analisis filogenetik atau hubungan evolusi kami terhadap kerangka ini menunjukkan bahwa Bicharracosaurus dionidei berkerabat dengan Brachiosauridae. Ini menjadikannya Brachiosauridae pertama yang ditemukan dari periode Jura di Amerika Selatan,” ungkap mahasiswa Doktoral di Ludwig-Maximilians-Universität München, Alexandra Reutter, dikutip dari laman ScienceDaily, Selasa, 23 Juni 2026. Petunjuk Baru Evolusi Jura Selama ini, pemahaman para ilmuwan mengenai evolusi sauropoda raksasa dari akhir periode Jura hampir seluruhnya didasarkan pada temuan fosil di belahan bumi utara, seperti Amerika Utara. Di belahan bumi selatan, situs yang signifikan sebelumnya hanya ada satu, yaitu di Tanzania.
 
Oleh karena itu, penemuan di formasi batuan Cañadón Calcáreo, Provinsi Chubut, Argentina ini menjadi sangat penting.
 
“Fosil ini memberi kita materi perbandingan yang penting. Ini memungkinkan kita untuk terus melengkapi dan mengevaluasi kembali pemahaman kita tentang sejarah evolusi hewan-hewan ini, khususnya di belahan bumi selatan,” jelas pakar dinosaurus dari Staatliche Naturwissenschaftliche Sammlungen Bayerns (SNSB) sekaligus pemimpin studi, Oliver Rauhut.
 
Saat ini, sisa-sisa kejayaan Bicharracosaurus dionidei telah disimpan dan dirawat dengan aman di Museo Paleontológico Egidio Feruglio yang terletak di Trelew, Argentina, untuk penelitian lebih lanjut. (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investor Pemula Wajib Tahu! Ini Strategi Investasi Saham Online yang Menguntungkan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji Usai Muncul Indikasi Kelelahan Jamaah Pasca-Armuzna
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Polri Tangkap Buronan Pencabulan Anak di Hotel Bogor
• 3 jam laluokezone.com
thumb
PKB Tepis Deddy Sitorus PDIP: Koalisi Baik-baik Saja, Kompak dan Solid
• 19 jam laludetik.com
thumb
Zodiak yang Paling Berani Angkat Bicara Demi Keadilan
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.