Dinosaurus baru ini diberi nama resmi Bicharracosaurus dionidei. Nama genusnya diambil dari kata ‘bicharraco’, sebuah istilah dalam bahasa Spanyol yang berarti hewan besar. Sementara nama spesiesnya, ‘dionidei, diberikan untuk menghormati Dionide Mesa, seorang penggembala lokal yang pertama kali menemukan fosil tersebut di sebuah peternakan. Kombinasi Fitur yang Misterius Para peneliti berhasil menyelamatkan bagian penting dari tulang belakang dinosaurus ini, termasuk lebih dari 30 ruas tulang belakang atau vertebrae dari bagian leher, punggung, dan ekor. Selain itu, ditemukan juga beberapa tulang rusuk serta bagian dari tulang panggul.
Berdasarkan struktur tulangnya, fosil ini dipastikan milik seekor hewan dewasa yang hidup sekitar 155 juta tahun lalu di Gondwana, superkontinen kuno di belahan bumi selatan.
Apa yang membuat penemuan ini sangat menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan adalah anatominya yang tidak biasa karena beberapa bagian kerangkanya sangat mirip dengan Giraffatitan, dinosaurus kelompok brachiosaurid yang ditemukan di Tanzania, Afrika.
Baca Juga :
Fosil Dinosaurus Era Jurassic Ditemukan di Prancis Selatan“Analisis filogenetik atau hubungan evolusi kami terhadap kerangka ini menunjukkan bahwa Bicharracosaurus dionidei berkerabat dengan Brachiosauridae. Ini menjadikannya Brachiosauridae pertama yang ditemukan dari periode Jura di Amerika Selatan,” ungkap mahasiswa Doktoral di Ludwig-Maximilians-Universität München, Alexandra Reutter, dikutip dari laman ScienceDaily, Selasa, 23 Juni 2026. Petunjuk Baru Evolusi Jura Selama ini, pemahaman para ilmuwan mengenai evolusi sauropoda raksasa dari akhir periode Jura hampir seluruhnya didasarkan pada temuan fosil di belahan bumi utara, seperti Amerika Utara. Di belahan bumi selatan, situs yang signifikan sebelumnya hanya ada satu, yaitu di Tanzania.
Oleh karena itu, penemuan di formasi batuan Cañadón Calcáreo, Provinsi Chubut, Argentina ini menjadi sangat penting.
“Fosil ini memberi kita materi perbandingan yang penting. Ini memungkinkan kita untuk terus melengkapi dan mengevaluasi kembali pemahaman kita tentang sejarah evolusi hewan-hewan ini, khususnya di belahan bumi selatan,” jelas pakar dinosaurus dari Staatliche Naturwissenschaftliche Sammlungen Bayerns (SNSB) sekaligus pemimpin studi, Oliver Rauhut.
Saat ini, sisa-sisa kejayaan Bicharracosaurus dionidei telah disimpan dan dirawat dengan aman di Museo Paleontológico Egidio Feruglio yang terletak di Trelew, Argentina, untuk penelitian lebih lanjut. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)





