Polisi Ungkap Modus Baru Peredaran Obat Keras di Bekasi, Pakai Sistem Tempel dan Share Loc

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota mengungkap perubahan modus yang digunakan para pengedar obat keras ilegal untuk menghindari penindakan aparat.

Jika sebelumnya transaksi dilakukan secara langsung di sejumlah warung kelontong, kini para pelaku memanfaatkan sistem cash on delivery (COD), dead drop, hingga berbagi titik lokasi (share location) melalui aplikasi pesan instan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, para pelaku kini tidak lagi bertransaksi secara terang-terangan.

Baca juga: Polisi Ungkap 102 Kasus Narkoba dan Obat Keras di Bekasi, 121 Orang Ditangkap

Barang yang diperjualbelikan lebih dulu disembunyikan di lokasi tertentu sebelum diambil oleh pembeli.

"Untuk obat-obat keras ini sudah tidak terang-terangan lagi. Jadi di lokasi-lokasi tertentu, terus mereka taruh di sana, kemudian nanti akan ada yang mengambil," kata Kusumo dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2026).

Menurut Kusumo, perubahan pola transaksi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian dalam mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku yang ditangkap merupakan pemain baru karena banyak pengedar lama telah menjalani hukuman penjara.

Baca juga: Penjual Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Plastik di Kalideres Jakbar Ditangkap

"Yang sekarang ini rata-rata pemain-pemain baru lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota Kompol Untung Riswaji menjelaskan, dalam praktiknya penjual dan pembeli tidak lagi bertemu secara langsung.

Setelah pembayaran dilakukan, penjual akan menyembunyikan barang di lokasi yang telah ditentukan.

Selanjutnya, penjual mengirimkan foto lokasi beserta titik koordinat kepada pembeli melalui WhatsApp atau media sosial lainnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pengedar Obat Keras Ilegal Berkedok Warung Sembako di Tamansari Jakbar

"Penjual menaruh barang di suatu tempat, dibungkus, diselipkan, kemudian difoto. Setelah itu penjual mengirim kepada pembeli untuk share location," ujar Untung.

Menurut dia, lokasi penyimpanan barang biasanya dipilih di tempat-tempat yang sepi agar tidak menarik perhatian warga maupun petugas.

Karena itu, Untung mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama jika melihat orang yang tidak dikenal berada di lokasi sepi dan diduga mengambil barang tertentu.

Baca juga: Warga Gerebek Toko Kosmetik Penjual Obat Keras Ilegal di Pasar Rebo Jaktim

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Apabila di lingkungannya ada warga yang mencurigakan, dipantau. Jangan diamankan dahulu," kata Untung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Soal Penolakan MBG: Saya Kira Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
• 5 jam laludisway.id
thumb
Mantan Bintang UFC Dustin Poirier Ditangkap Polisi
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Akhir Pelarian Taufik Hidayat Pelaku Penyekap-Penganiaya Sadis Pacar di Bandung
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap Taufik Hidayat di Majalengka
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pasangan Suami Istri Mengalami Infeksi Paru yang Tak Kunjung Sembuh, Setelah Lantai Dibongkar Ternyata Dipenuhi Jamur
• 7 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.