Rafaela Rahardja Ungkap Alasan Gugat Cerai, Singgung Dugaan KDRT 

tabloidbintang.com
18 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Rafaela Rahardja akhirnya menyampaikan langsung alasan di balik gugatan cerai yang diajukannya terhadap sang suami, Brian. Ia mengaku memutuskan mengakhiri pernikahannya setelah mengalami berbagai persoalan rumah tangga, termasuk dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Didampingi kuasa hukumnya, Finandita, Rafaela hadir di Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa (23/6). Finandita menjelaskan, keputusan menggugat cerai diambil karena konflik yang terjadi dinilai sudah tidak dapat diselesaikan.

"Ada beberapa masalah yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Salah satu isunya adalah KDRT dan beberapa isu lainnya," ujar Finandita.

Rafaela mengaku mengalami kekerasan, baik secara mental maupun fisik, selama menjalani rumah tangga yang telah berlangsung sekitar satu tahun tiga bulan. Menurutnya, perlakuan tersebut sudah terjadi selama kurang lebih dua tahun.

"Mental dan physically abuse," ungkap Rafaela singkat saat ditanya bentuk kekerasan yang dialaminya.

Ia mengatakan, keputusannya menggugat cerai baru diambil sekarang karena mempertimbangkan kondisi anak mereka yang kini hampir berusia sembilan bulan.

"Karena anak saya yang umur mau sembilan bulan, dia lebih mengerti. Jadi saya memutuskan gugat cerai," katanya.

Meski enggan menguraikan seluruh dugaan kekerasan yang dialaminya, Rafaela menceritakan salah satu peristiwa yang masih diingatnya. Ia mengaku pernah diperlakukan kasar hanya karena persoalan sepele.

"Mungkin tidur pakai kemeja, dia marah. Dan dia paksa aku lagi, ditarik, dijambak," ujar Rafaela.

Menurutnya, pertengkaran dalam rumah tangga kerap dipicu oleh hal-hal kecil. Ia menilai sifat temperamental sang suami membuat konflik terus berulang hingga akhirnya hubungan mereka tidak lagi dapat dipertahankan.

Rafaela juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan keluarga Brian telah terputus. Bahkan, menurutnya, seluruh akses komunikasi dari pihak tersebut kini telah diblokir.

"Dari dia pun semua sudah diblok," katanya.

Dalam gugatan cerainya, Rafaela meminta hak asuh anak jatuh kepadanya. Ia juga mengajukan tuntutan nafkah untuk buah hati mereka. Meski demikian, dugaan KDRT yang disampaikannya belum akan dibawa ke proses pidana.

"Fokus klien kami saat ini hanya pada proses perceraian, hak asuh anak, dan nafkah anak," jelas Finandita.

Rafaela menuturkan, dirinya dan Brian telah tinggal terpisah sejak Maret 2026. Ia juga mengaku terakhir kali bertemu dengan suaminya sekitar dua bulan lalu.

Sementara itu, sidang perdana yang dijadwalkan dengan agenda mediasi belum membuahkan kesepakatan. Rafaela berharap proses perceraian dapat segera selesai sehingga memberikan kepastian hukum bagi dirinya dan sang anak.

Meski sempat berupaya mempertahankan rumah tangga, Rafaela kini memilih melanjutkan hidup demi masa depan yang lebih baik bersama buah hatinya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbentur Regulasi, Erick Thohir Sebut Timnas U-23 Tak Bisa Tampil di Asian Games 2026
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
UKT Meroket: Apakah Gelar Sarjana Kini Hanya Jadi Milik Orang Kaya?
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
MSCI Tanggapi Reformasi Pasar Modal Indonesia, Memantau Konsistensi Hingga November 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Wali Kota Bekasi Sebut Ducting Jadi Solusi Kabel Semrawut Menjuntai, Pembenahan Bertahap
• 41 menit lalukompas.com
thumb
Daftar Mobil PHEV Terlaris Januari-Mei 2026
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.