Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan melanjutkan pembahasan mengenai program nuklir, rudal balistik, serta aset Iran yang dibekukan dalam waktu 60 hari ke depan.
Informasi ini disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, seperti dilansir dari AA.com.
Menurut Sharif, kedua negara telah mencapai kemajuan penting setelah menjalani perundingan di Swiss yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.
Hasil pembicaraan tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani pada 17 Juni lalu.
Namun ternyata, ada isu lain yang tak kalah penting yang akan segera dibahas oleh AS dan Iran, yakni soal rudal dan nuklir.
“Kedua pihak akan membahas isu nuklir, aset yang dibekukan, dan masalah rudal balistik dalam 60 hari ke depan. Kami berharap nota kesepahaman ini dapat berkembang menjadi kesepakatan jangka panjang,” ujar Sharif di hadapan parlemen Pakistan.
Baca Juga
- Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Optimisme Perdamaian AS-Iran
- Harga Minyak Kembali ke US$80 per Barel Usai Kesepakatan Damai AS-Iran Goyah
- Hasil Piala Dunia 2026: Iran Tahan Belgia dengan 10 Pemain, Persaingan Grup G Makin Sengit
Sharif menyebut pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran menghasilkan peta jalan yang menjadi dasar untuk mencapai kesepakatan permanen di masa mendatang.
Sementara Itu Menurut Iran..Namun, di sisi lain, laporan menyebut bahwa Iran menegaskan bahwa program rudal balistiknya tidak termasuk dalam agenda negosiasi dengan AS.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa kemampuan rudal negara tersebut tidak pernah menjadi bagian dari pembahasan yang berlangsung di Swiss.
Selain itu, Teheran juga menolak memberikan akses kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memeriksa fasilitas nuklir yang sebelumnya menjadi sasaran serangan AS dan Israel.
Pembicaraan antara AS dan Iran di Burgenstock, Swiss, berakhir pada Senin dengan kesepakatan mengenai sejumlah mekanisme yang akan digunakan untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan akhir dalam beberapa bulan mendatang.





