VIVA – Performa kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, kembali menjadi sorotan setelah laga Portugal kontra Kongo yang berakhir imbang 1-1 pada Kamis 18 Juni 2026 lalu. Hasil tersebut membuat sebagian pendukung Portugal meluapkan kekecewaan di media sosial, bahkan perdebatan panas itu sampai menyeret nama mendiang Timnas Portugal Diogo Jota.
Di tengah ambisi besar Portugal pada Piala Dunia 2026, ekspektasi terhadap Ronaldo masih sangat tinggi. Namun, penampilan sang kapten ketika melawan Kongo itu dinilai belum maksimal membuat sejumlah fans mulai mempertanyakan efektivitasnya di lini depan.
Ronaldo yang kini sudah berusia 41 tahun tetap menjadi pusat perhatian setiap kali tampil bersama Timnas Portugal. Beberapa peluang yang gagal dikonversi menjadi gol membuat kritik bermunculan, terutama dari pendukung yang menilai Portugal membutuhkan penyegaran di sektor serangan.
Situasi semakin ramai setelah komentar pemain Portugal, Ruben Neves, ikut menjadi bahan perbincangan di media sosial. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai tafsir dari fans, mulai dari pembelaan terhadap Ronaldo hingga dorongan agar Portugal mulai memikirkan regenerasi.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah munculnya kembali nama Diogo Jota dalam perdebatan tersebut. Sosok Jota yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada 2025 lalu kembali dikenang oleh sebagian pendukung Portugal yang merasa kehilangan sosok penting di lini serang.
- Dok. IG @diogoj_18
"Diogo Jota harusnya oper bola ke CR7 dari surga," tulis salah satu fans Portugal diu media sosial X.
Sejumlah fans juga melontarkan komentar emosional dengan membawa nama Jota. Mereka membayangkan bagaimana jika penyerang yang pernah menjadi bagian penting skuad Portugal itu masih berada di lapangan bersama Ronaldo.
"Ronaldo masih butuh pemain seperti Jota di sampingnya. Kami kehilangan pemain yang bisa memahami pergerakannya," tulis fans Portugal lainnya.
Meski demikian, pendukung Ronaldo juga memberikan pembelaan. Mereka menilai kritik terhadap pemain yang telah memberikan banyak prestasi untuk Portugal terlalu berlebihan. Bagi mereka, kontribusi Ronaldo selama lebih dari satu dekade tetap tidak bisa dihapus hanya karena satu pertandingan.





