JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Jawa Barat menangkap Taufik Hidayat usai jadi DPO kasus penganiayaan berat terhadap YTH hingga mengalami kebutaan
Taufik ditangkap polisi di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, 23 Juni 2026.
BACA JUGA:Perkuat Kebersamaan dan Kualitas Hidup Masyarakat, Citra Maja City Hadirkan Beragam Kegiatan Komunitas
Penangkapan Taufik Hidayat atau TH dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan.
"Polda Jabar menangkap pelaku penganiayaan dan penyekapan. Pelaku atas nama Taufik Hidayat di wilayah hukum Polres Bandung tepatnya di Majalaya," kata Hendra kepada wartawan Selasa, 23 Juni 2026.
Sebelumnya xKeluarga korban melaporkan kasus ini Polda Jabar pada Jumat (12/6/2026). Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.
Polda Jawa Barat resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka Taufik Hidayat.
Taufik diketahui menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan berat dan penyekapan yang menyebabkan seorang korban mengalami luka fisik serius, termasuk kebutaan pada kedua mata.
BACA JUGA:Berlaku 1 Juli 2026, Kebijakan B50 Bantu Indonesia Hemat Devisa Hingga Rp157 T Tahun Ini
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah menetapkan TH sebagai tersangka dengan sangkaan penganiayaan berdasarkan Pasal 466 KUHP baru serta tindak pidana penyekapan.
"Beberapa hari yang lalu, TH alias Taufik Hidayat sudah kami tetapkan sebagai tersangka penganiayaan dan penyekapan. Saat ini juga telah diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap yang bersangkutan," katanya kepada awak media, Selasa 23 Juni 2026.
Diungkapkannya, kondisi korban saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik, baik secara fisik maupun psikis.
Korban masih menjalani perawatan intensif setelah sebelumnya menjalani pembersihan luka-luka akibat penganiayaan.
BACA JUGA:Berperkara di Jaksel, Roy Suryo dan Dokter Tifa akan Disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur
"Kondisinya sudah lebih baik, baik fisik maupun psikisnya. Kami datang untuk melihat langsung perkembangan korban sekaligus berkomunikasi dengan kedua orang tuanya serta tim dokter yang menangani," ujarnya.
- 1
- 2
- »





