Hama Tikus Gerogoti 90 Hektare Sawah di Garut, Apa yang Bisa Dilakukan Petani?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT- Serangan hama tikus dilaporkan melanda areal persawahan di 17 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Meski persebarannya cukup luas, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut memastikan kondisi serangan masih tergolong ringan dan belum menyebabkan puso atau gagal panen pada lahan pertanian yang terdampak.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian Dispertan Garut Susi Suhartianti mengatakan, serangan hama tikus menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menurunkan produktivitas padi apabila tidak segera dikendalikan.

“Yang terserang ada di 17 kecamatan dengan kondisi ringan dan tidak menyebabkan puso,” kata Susi, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, Dispertan bersama petani dan petugas lapangan terus melakukan pengendalian secara rutin untuk mencegah penyebaran serangan ke areal yang lebih luas. 

Langkah tersebut dilakukan melalui gerakan pengendalian di tingkat kelompok tani, pemberian pestisida, bantuan belerang, hingga penggunaan alat emposan untuk membasmi tikus di sarangnya.

Baca Juga

  • Periode Menantang Industri Batu Bara: Harga Melemah, Ruang Ekspor Menyempit
  • Pabrik Baterai CATL-IBC di Karawang Punya Kapasitas Awal 6,9 GWh per Tahun
  • Babak Baru Demutualisasi: Saat Kemenkeu, BI & Danantara Menggenggam Saham BEI

Ia menjelaskan, bantuan sarana pengendalian yang diberikan pemerintah masih terbatas sehingga pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan dari lapangan.

Petani Bisa Minta Dukungan Kemana?

Petani yang membutuhkan dukungan sarana pengendalian dapat mengajukan permohonan melalui petugas penyuluh pertanian setempat.

“Pengendalian hama secara gerakan pengendalian rutin dilakukan oleh para petani bersama dengan petugas di lapangan,” ujarnya.

Data Dispertan menunjukkan, luas serangan hama tikus mengalami penurunan dalam satu bulan terakhir. Pada Mei 2026, serangan tercatat melanda sekitar 120 hektare lahan pertanian.

Sementara pada Juni 2026, luas serangan menurun menjadi sekitar 90 hektare atau turun sekitar 25%.

Penurunan tersebut dinilai menunjukkan efektivitas pengendalian yang dilakukan secara berkelanjutan. Namun, Dispertan mengakui masih ditemukan kemunculan serangan baru di sejumlah wilayah meskipun skalanya relatif kecil.

Susi menambahkan, keberhasilan pengendalian hama tikus sangat bergantung pada keterlibatan petani secara serentak dalam satu hamparan lahan.

Karena itu, pihaknya terus mendorong petani untuk memperkuat koordinasi dan melakukan pengendalian bersama guna menekan perkembangan populasi tikus.

“Adanya penurunan serangan sekitar 25%, namun di tempat lain masih ada serangan lagi, hanya kenaikannya tidak tinggi,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Sebut Konser Boyband Korsel hingga Turnamen FIFA Bukti Kepercayaan Dunia ke Indonesia Kuat
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Profil Yaya Sithole, Pemain yang Mendapatkan Kartu Merah Pertama di Pildun 2026
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Peserta Jumtek PMR dan Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Sebelum Ruben Onsu, Sarwendah Ternyata Lebih Dulu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
• 15 jam lalugrid.id
thumb
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Lepas 20,02 Persen Saham Demi Raup Dana Rp429 Miliar
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.