Bacakan Duplik, Nadiem Sebut Tuntutan Melampaui Batas-Doakan Mahasiswa

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sidang lanjutan perkara pengadaan Chromebook dengan agenda pembacaan Duplik (tanggapan atas Replik Penuntut Umum) oleh Nadiem Makarim dan Tim Penasihat Hukumnya telah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/06).

Dalam momen ini, Nadiem tidak hanya membeberkan bukti-bukti pembelaan, tetapi juga menyoroti kejanggalan dakwaan serta menyampaikan dukungan moral bagi pergerakan mahasiswa saat ini.

BACA JUGA: Puluhan Tokoh Publik Serahkan Dokumen Amicus Curiae, Dukung Keadilan untuk Nadiem

Dalam pembacaan Dupliknya, Nadiem menceritakan secara runut detail perjalanannya sejak sebelum menjadi menteri hingga tersandung kasus ini.

Untuk membantah poin-poin dakwaan, dia mengangkat bukti berupa transkrip percakapan WhatsApp selama 5 tahun masa jabatannya. Nadiem menyatakan bahwa budaya keterbukaan selama dia menjabat membuat seluruh diskusi dan interaksi tim tercatat dan terekam dengan baik.

BACA JUGA: Kasus Nadiem Jadi Sorotan Internasional, Richard Branson: Seharusnya Diapresiasi, Bukan Dituntut

Nadiem menyoroti ironi terbesar dari kasus yang menjeratnya. Ia merasa dituntut dengan hukuman penjara yang lebih berat daripada seorang teroris, padahal kebijakan pemilihan operating system gratis yang dipermasalahkan tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara minimal Rp3,6 triliun.

"Ini kasus di mana ketimpangan bukti dari pembelaan itu jauh lebih besar dari pada bukti dari sisi dakwaan dan tuntutan," ujar Nadiem.

BACA JUGA: Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum-Pendukung Sebut Nadiem Layak Bebas

Penasihat Hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir turut menyoroti kelemahan dari pihak jaksa. Menurutnya, banyak poin dari Pledoi (nota pembelaan) mereka yang tidak ditanggapi dalam Replik jaksa.

"Menurut hukum, kalau pledoi kami tidak ditanggapi poin-poinnya, artinya dianggap setuju oleh jaksa," tegas Ari, seraya berharap pengadilan dapat menjadi benteng terakhir keadilan.

Seusai persidangan, Nadiem tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap proses hukum yang menderanya. Ia menggunakan kata "melampaui batas" untuk mendeskripsikan penzoliman yang dinilainya telah melanggar batas etika dan moralitas.

Meski mengaku terkejut dan sedih, Nadiem menaruh harapan besar pada dukungan publik. "Karena tanpa masyarakat, tanpa dukungan yang saya dapatkan, ini semua akan senyap. Saya akan hanya menjadi satu berkas," ungkapnya.

Nadiem juga mengimbau masyarakat untuk terus bersuara bagi pihak-pihak lain yang juga menjadi korban kriminalisasi seperti dirinya.

Di tengah posisi sulitnya, Nadiem menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa hormat kepada anak-anak muda dan mahasiswa yang saat ini sedang berani turun ke jalanan menyuarakan pendapat.

Ia menyamakan niat baik para demonstran muda tersebut dengan niat baik anak-anak muda idealis yang masuk ke pemerintahan untuk membawa perubahan dan mempersiapkan generasi bangsa menghadapi disrupsi teknologi.

Bagi Nadiem, kritik dan kecemasan yang disuarakan mahasiswa adalah bukti nyata kepedulian terhadap negara.

"Itu artinya anak-anak muda kita masih belum apatis, mereka masih peduli. Dan itu adalah suatu hal yang memberikan saya semangat begitu besar bahwa generasi baru Indonesia ini saya yakin akan membangun Indonesia yang jauh lebih baik," tuturnya.

Ia pun mendoakan agar aksi mahasiswa tetap damai dan mereka selalu terlindung di lapangan. (rhs/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Jawab Tudingan Kezaliman dalam Penangkapan Roy Suryo & Dokter Tifa


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Pastikan Bunga KUR UMKM Tetap Murah, Tak Berpengaruh Kenaikan BI Rate
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp5 Juta per Bulan
• 22 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
DPR Perjuangkan Formulasi Kebijakan TKD Demi Daerah Tetap Peroleh Hak
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Masih Banyak Orangtua Larang Anaknya Vaksinasi, Menkes: Takut Demam
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Masoud Pezeshkian Kunjungi Pakistan usai Perundingan AS-Iran di Swiss
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.