Upaya Israel untuk melemahkan stabilitas politik di Iran dilaporkan tidak berjalan sesuai rencana meski telah dilakukan operasi penyelundupan perangkat internet satelit dalam jumlah besar ke dalam negeri tersebut.
Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengungkap bahwa dirinya pernah memulai operasi untuk memasukkan puluhan ribu perangkat Starlink ke Iran guna membantu kelompok oposisi dan demonstran anti-pemerintah tetap terhubung dengan internet.
Baca Juga: Netanyahu Ogah Ikuti Kesepakatan Iran-Amerika: Pasukan Israel Akan Tetap Bertahan di Lebanon
Dalam pernyataannya, Bennett menyebut operasi tersebut bertujuan menjaga akses komunikasi di tengah pembatasan ketat pemerintah Iran terhadap internet saat terjadi gelombang protes.
“Saya memulai proses untuk memperoleh dan menyelundupkan ke Iran puluhan ribu penerima Starlink yang akan memungkinkan keberlanjutan internet dan media sosial,” ujar Bennett, dikutip Rabu (24/6).
Starlink merupakan layanan internet satelit milik perusahaan SpaceX yang dipimpin Elon Musk. Ia diketahui menyediakan akses internet global berbasis satelit. Iran sendiri sebelumnya menuduh Israel dan Amerika Serikat menggunakan perangkat ini sebagai bagian dari operasi destabilisasi internal.
Meski demikian, Bennett menegaskan bahwa rencana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana. Ia menyebut pemerintahan Israel saat ini di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal melanjutkan inisiatif tersebut.
“Sayangnya, pemerintah Israel yang tidak kompeten saat ini menghentikan upaya itu. Dan ketika protes terjadi, infrastruktur itu tidak ada,” katanya.
Iran diketahui berulang kali membatasi akses internet publik saat terjadi gelombang demonstrasi, termasuk saat aksi protes besar yang menelan korban jiwa serta pada periode konflik dengan Israel dan Amerika Serikat yang dimulai akhir Februari.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah laporan sebelumnya menyebut warga Iran berupaya mengakses internet melalui Starlink saat terjadi pemadaman jaringan nasional.
Baca Juga: Sosok Kuat Lindungi Roy Suryo dan Dokter Tifa hingga Tak Ditahan di Kasus Ijazah Jokowi, Kata Peradi
Namun dengan gagalnya implementasi penuh operasi tersebut, rencana Israel untuk memperkuat jaringan komunikasi oposisi di dalam Iran dinilai tidak berhasil memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas rezim di Teheran.





