Seorang warga di sekitar Lapangan Sidokabul, Kota Yogyakarta, marah-marah ke kurir antar-jemput makanan karena makanan yang dia pesan secara daring kurang, Selasa (23/6) malam.
Dalam video yang beredar di media sosial, warga tersebut mengirim pesan dengan nada menyalahkan kurir karena tak mengecek jumlah pesanan.
"Kerjo bagian jasa kok mines attitude pelayanan," tulis chat warga tersebut.
Warga tersebut juga mengancam membatalkan pesanan serta menyebut kurir tidak profesional.
Kurir sudah menjelaskan bahwa kekurangan makanan ini merupakan kesalahan resto.
Meski begitu, kurir bertanggung jawab dengan kembali ke resto untuk mengambil makanan yang kurang.
Namun, penjelasan kurir tak diindahkan. Pelanggan tersebut tetap membatalkan pesanan, memberikan bintang satu, dan melaporkan driver ke aplikator.
"Udah ku cancel refund-nya ya kuli. Udah ku bintang satu. Udah kulaporkan juga ke CS Shopee kalo driver kuli kek gini ga layak narik," tulis warga tersebut.
Mediasi di Kantor PolisiKasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS menjelaskan warga tersebut memesan makanan secara online lewat aplikasi berjumlah 3 item.
Resto memproses pesanan tersebut dan kemudian diantar oleh kurir mitra aplikator.
"Setelah diantar ke customer, jumlah pesanan kurang 1, selanjutnya driver menghubungi pihak resto dan setelah dicek bahwa resto kurang teliti dalam menyiapkan pesanan customer tersebut dan kemudian memproses kekurangannya," kata Dani, Rabu (24/7).
Dani menjelaskan kurir telah kembali ke resto untuk mengambil kekurangan makanan.
"Di dalam perjalanan tersebut customer dan driver berkomunikasi melalui aplikasi social media dan terjadi kesalahpahaman," katanya.
Dijelaskan Dani, pihak resto, pelanggan dan kurir duduk bersama di Polresta Yogyakarta untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Dan disepakati bahwa kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan para pihak saling memaafkan," pungkasnya.





