Pabrik Baterai CATL-IBC di Karawang Punya Kapasitas Awal 6,9 GWh per Tahun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hasil kerja sama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat itu digarap oleh konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dengan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan IBC. CBL merupakan anak usaha dari CATL.

Konsorsium perusahaan-perusahaan itu pun membentuk perusahaan baru khusus mengelola pabrik baterai tersebut, yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

Baca Juga

  • Bahlil Sebut Pabrik Baterai di Karawang Siap Diresmikan Juli 2026
  • Pabrik Baterai Beroperasi Juli 2026, IBC Dorong Penguasaan Teknologi Nikel
  • MIND ID dan CATL Bangun Pabrik Baterai di Karawang, Target Beroperasi Akhir 2026

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan, pabrik itu dijadwalkan untuk diresmikan pada Juli 2026. Dia menuturkan, pabrik tersebut tidak hanya memproduksi battery pack, tetapi juga mencakup rantai manufaktur baterai yang lebih terintegrasi mulai dari sel baterai hingga modul baterai.

"Di bawah PT CATIB ini memang spesifik nanti memproduksi sel baterai, kemudian modul baterai, dan battery pack. Jadi tidak hanya manufaktur atau assembly di battery pack-nya saja, tapi mulai dari battery cell-nya," kata Aditya dalam podcast Broad Cash Bisnis.com, dikutip Rabu (24/6/2026).

Dia menjelaskan kapasitas produksi tahap pertama dirancang mencapai 6,9 GWh per tahun. Kapasitas tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik maupun sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS).

Aditya menambahkan, perusahaan telah menyiapkan rencana ekspansi kapasitas dalam waktu dekat seiring pertumbuhan permintaan baterai domestik dan global.

"Kapasitas yang sudah kita rencanakan untuk kita jalankan 6,9 GWh per tahun, dan ini insyaallah akan kami expand as soon as possible, kemungkinan tahun depan menjadi total 15 GWh per tahun," ujarnya.

Dengan demikian, kapasitas pabrik CATIB di Karawang berpotensi meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahap awal menjadi 15 GWh per tahun pada fase berikutnya.

Lebih lanjut, Aditya mengklaim bahwa penghiliran nikel menjadi baterai dapat menciptakan nilai tambah hingga 100 kali lipat. Dengan kata lain, keuntungan bagi dari menjual baterai bisa mencapai 100 kali lipat lebih besar dibanding mengekspor bijih nikel.

Aditya menjelaskan, realisasi potensi tersebut sangat bergantung pada keberhasilan Indonesia membangun rantai pasok industri baterai secara terintegrasi dari hulu hingga hilir serta ketersediaan pasar.

"Kalau kita berhasil membangun value chain nikel sampai ke baterai end-to-end dan betul-betul terintegrasi, nilai tambah dari nikelnya sendiri itu kami prediksi bisa sampai 100 kali nickel ore," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa penghiliran nikel menjadi baterai bisa dianggap sukses jika produk akhirnya bisa diserap pasar.

Aditya menilai, industri baterai sangat bergantung pada spesifikasi dan kebutuhan konsumen akhir. Hal ini tentu berbeda dengan komoditas tambang yang dapat diproduksi dan dijual secara lebih fleksibel.

Menurutnya, setiap produsen kendaraan listrik atau original equipment manufacturer (OEM) memiliki desain dan arsitektur baterai yang berbeda. Oleh karena itu, produksi baterai umumnya baru dilakukan setelah terdapat kontrak atau pesanan yang jelas dari pelanggan.

“Kalau baterai, pabrik baterai itu memang harus menunggu demand. Kami tidak bisa bikin baterai tapi belum tahu siapa yang akan beli. Karena arsitektur baterai itu disesuaikan dengan end user-nya,” ujar Aditya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wujudkan Ketahanan Pangan, Dharmasraya Optimalkan Penggarapan Lahan Sawah
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Ekonom Minta Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap 5 Persen agar MBR Tetap Mampu Mencicil
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pelaku Penyiksaan Sadis Perempuan di Bandung Tertangkap, DPR: Harus Dihukum Setimpal!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Di Balik Rintangan Gempa Bumi, SMAN Madani Palu Raih Tiket Nasional LCC Empat Pilar MPR RI
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Jusuf Kalla Ikut Nobar Film Tanah Runtuh, Ajak Masyarakat Rawat Persaudaraan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.