Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PLN yang Dimint Mundur Imbas Listrik Padam, Dinilai Rugikan Masyarakat

grid.id
18 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDBerikut profil Darmawan Prasodjo, Dirut PLN yang diminta mundur imbas listrik padam. Dinilai rugikan masyarakat.

Imbas pemadaman listrik di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjom, diminta mundur dari jabatannya. Siapakah sosoknya?

Profil Darmawan Prasodjo

Darmawan Prasodjo merupakan Dirut PLN yang diminta mundur imbas listrik padam. Dinilai rugikan masyarakat.

Melansir dari Kompas.com, Ia dilahirkan di Magelang pada 19 Oktober 1970 dari pasangan Brigadir Jenderal TNI (Purn) Sadja Moeljoredjo dan Sudarti Sadja. Ayahnya merupakan seorang prajurit TNI dengan jabatan terakhir sebagai Kepala SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah.

Darmawan Prasodjo menempuh pendidikan Bachelor of Computer Science di Texas A&M University dan lulus pada 1994, kemudian melanjutkan studi Master of Computer Science di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada 2000.

Ia juga meraih gelar Doktor Ekonomi Terapan dengan fokus Ekonomi Sumber Daya Alam di Texas A&M University bekerja sama dengan Duke University pada 2011.

Setelah menghabiskan sekitar 15 tahun berkarier di luar negeri, ia kembali ke Indonesia pada 2012 dan memulai berbagai posisi, seperti Direktur di Indonesia Center for Green Economy serta Kepala Program Studi Green Economy di Surya University pada 2012–2013.

Selanjutnya, ia pernah menjabat Co-chair Post 2015 Millennium Development Goals (2013–2014), Presiden Komisaris Amesti Energi Nusantara (2013–2014), Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring, dan Evaluasi Program Prioritas di Kantor Staf Presiden (2015–2019), serta Komisaris PLN (2018–2019).

Selain itu, ia juga pernah terjun ke dunia politik sebagai kader PDI-P dan mendaftar sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan V Jawa Tengah pada Pemilu Legislatif 2014 yang meliputi Solo, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali. Namun, ia tidak berhasil melaju ke Senayan karena perolehan suaranya kalah, termasuk dari Puan Maharani.

Setelah itu, ia bergabung dalam lingkaran pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 sebagai tim ahli yang memberikan masukan dalam debat kandidat.

 

Kemudian, ia kembali masuk ke lingkaran pemerintahan sebagai Deputi I di Kantor Staf Presiden pada periode 2015–2019, yang saat itu dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Usai membahas profil Darmawan Prasodjo, Dirut PLN itu kini diminta mundur dari jabatannya imbas pemadaman listrik. Adapun permintaan ini disampaikan oleh aktivis yang juga mantan Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Kaharuddin.

Ia menilai pemadaman listrik merupakan bukti lemahnya kepemimpinan dan tata kelola di tubuh PT PLN (Persero).

Alumni Universitas Negeri Riau itu menegaskan bahwa Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, perlu bertanggung jawab sepenuhnya serta mempertimbangkan langkah pengunduran diri dari jabatannya.

Gangguan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dinilai telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Susilo, menyebut bahwa pemadaman listrik belakangan ini menyebabkan tingkat kematian anak ayam atau deplesi meningkat cukup signifikan. Ia menjelaskan bahwa anak ayam membutuhkan penerangan listrik secara optimal pada masa brooding, yaitu fase awal pemeliharaan setelah menetas.

Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat kematian yang terjadi bahkan mencapai sekitar 50 persen dari total populasi.

"Harga DOC (anakan ayam) harganya bisa 6 ribu per ekor, kalau matinya 1 ribu ekor saja udah Rp6 juta sendiri," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Posbelitung.co.

Sementara itu, di Bandung, pemadaman listrik juga menyebabkan kerugian bagi pedagang ikan hias. Seorang pedagang, Omis Rizki Setiawan, mengatakan bahwa gangguan listrik tersebut membuat sekitar 10 kilogram ikan koi mati.

"Tadi pagi 10 kilogram ikan koi mati soalnya ikan itu baru datang. Untuk 1 kilogram itu isi 4 ekor, jadi kalau 10 kilogram berarti total ada 40 ekor yang mati," ujarnya kepada Tribun Jabar, Minggu (21/6/2026).

Total kerugian kematian ikon koi mencapai Rp 1,5 juta.

 

"Ikan kaviat harganya mulai dari Rp 15 ribu per ekor, yang mati ada 70 ekor. Jadi total kerugian sekitar Rp 3,5 juta," kata Omis.

Kaharuddin, yang juga pernah menjabat sebagai Koordinator BEM SI, menilai bahwa pemadaman listrik mencerminkan lemahnya kepemimpinan serta buruknya tata kelola di lingkungan PLN. Alumni Universitas Negeri Riau itu juga menegaskan bahwa Direktur Utama Darmawan Prasodjo harus memikul tanggung jawab penuh dan mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian layanan dan jaminan bahwa kejadian serupa tidak terus berulang. Karena itu, Dirut PLN harus bertanggung jawab secara moral dan profesional atas peristiwa ini,” ujar Kaharuddin kepada Tribunnews.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/6/2026).

Ia menegaskan listrik bukan sekadar komoditas, melainkan infrastruktur strategis yang menopang aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan kesehatan, industri, UMKM, hingga berbagai sektor ekonomi nasional.

“Karena itu, harus ada pertanggungjawaban yang jelas dari pimpinan tertinggi perusahaan,” lanjutnya.

Kaharuddin juga menilai gangguan yang berulang menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar terkait manajemen risiko, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan mitigasi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan pada sistem kelistrikan nasional.

“BUMN strategis harus dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kemampuan teknokratis yang kuat, kepemimpinan yang efektif, serta sensitivitas tinggi terhadap kepentingan masyarakat."

"Jika gangguan besar terus berulang dan masyarakat terus dirugikan, maka pergantian kepemimpinan merupakan sesuatu yang wajar untuk dipertimbangkan,” katanya.Ia menambahkan bahwa permintaan maaf kepada publik memang merupakan hal yang wajar, namun dinilai belum cukup untuk menutupi atau menyelesaikan kerugian yang dirasakan masyarakat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Silmy Karim: KPK Geledah Biro Jasa Pengurusan Dokumen WNA di Bali, Ini yang Disita
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting
• 1 jam laludetik.com
thumb
Sespri Prabowo Bersama Calon Istri Temui Jokowi di Solo, Antar Undangan Nikah
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Honda Vario Evo 160, Lebih Sporty Dibandingkan Pendahulunya?
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Ivan Gunawan Puji Semangat Ruben Onsu dalam Beribadah 
• 11 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.