Pemerintah Kota Jakarta Timur membangun sasana tinju dan bela diri bernama Jakarta Militan Fight dengan memanfaatkan kolong Jembatan Layang Pasar Rebo. Fasilitas ini dibangun pada awal 2026, tetapi baru diresmikan Gubernur Jakarta pada 18 Mei 2026. Operasionalisasi sasana diserahkan kepada komunitas tinju dan pengelolaannya di bawah kewenangan Kelurahan Susukan.
Peta lokasi Jakarta Militan Fight
Sasana tinju dan bela diri berada di selatan sarana skatepark. Simulasi pertandingan dibutuhkan untuk menguji strategi, stamina, dan mental di atas ring.
Geser untuk melihat keterangan gambar
Peserta dapat menggunakan jasa pelatih dengan biaya Rp 15.000 per sesi latihan. Selain itu, peserta dikenai tarif Rp 10.000 per kedatangan untuk biaya perawatan alat dan kebersihan.
Ukuran ring di Sasana Jakarta militan Fight lebih kecil daripada ukuran standar internasional.
Waktu operasional Senin-Sabtu pukul 16.00-21.30 dan Minggu pukul 08.00-12.00
Kelas dalam tinju merupakan sistem untuk menjaga pertandingan secara adil dan aman. Pembagian kelas akan memastikan setiap petinju bertanding dengan kondisi fisik lawan yang relatif setara.
Geser untuk melihat kelas tinju amatir
Penghitungan poin dalam pertandingan tinju profesional menggunakan Sistem Wajib 10 Poin (10-Point Must System) yeng terdiri atas tiga juri.
Perlengkapan tinju diperlukan agar keselamatan petarung tetap terjaga dan risiko cedera fatal dapat diminimalkan.
Pemakaian hand wrap
Melindungi pergelangan dan sendi tangan dari cedera akibat benturan keras saat memukul. Ukuran panjang 2,5 meter dan lebar 5,7 cm.
Geser untuk melihat cara pemakaian hand wrap
Selain untuk olahraga tinju, alat itu juga dapat digunakan untuk cabang olahraga kickboxing dan muay thai.
Geser gambar





