Disentil Tuchel Main dengan 10 Bek, Pelatih Ghana: Saya tidak Bisa Memainkan Samba Ketika Mereka Memainkan Rock and Roll

harianfajar
12 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MIAMI—Pelatih Inggris Thomas Tuchel kecewa dengan hasil imbang kontra Ghana di laga kedua Grup L Piala Dunia 2026.

Ia menyebut parkir bus lawan merepotkan. Ia bahkan menganggap Ghana bermain dengan 10 bek.

Meski menyentil lawannya, Tuchel yang berbicara di BBC Radio 5 Live memberikan pujian pada Ghana.

“Pujian untuk mereka. Saya jarang melihat penampilan fisik seperti itu dari sebuah tim. Mereka bertahan dengan 10 pemain dalam blok yang sangat rapat, sehingga menyulitkan kami karena mereka sangat disiplin dan sangat fisik di setiap posisi sehingga butuh waktu bagi kami untuk menembus blok ini, untuk menemukan ritme ini,” kata Tuchel.

Menurutnya, mereka harus tampil hati-hati di laga ini. “Segalanya adalah tanggung jawab kami untuk menemukan ritme. Pada saat yang sama Anda harus berhati-hati agar tidak kebobolan serangan balik,” jelasnya.

Ia menilai upaya mereka untuk mencetak gol sudah maksimal. “Kami terus menekan, menekan, menekan. Kami memiliki peluang besar dengan Harry [Kane] yang tidak akan pernah ia lewatkan lagi di turnamen ini, jadi begitulah adanya,” ujarnya.

“Sulit untuk menemukan celah ketika seseorang bermain dengan formasi 4-5-1 dan bertahan sangat dalam, dan mereka merayakan hasil 0-0 seperti kemenangan, jadi Anda bisa melihat pendekatan yang berbeda, yang cukup adil dan patut dipuji. Anda tidak boleh kehilangan fokus karenanya,” lanjutnya.

Tuchel menegaskan, mereka butuh waktu untuk menemukan ritme di babak kedua. “Pemain pengganti membantu dan kelelahan mulai terasa, lalu kami menciptakan lebih banyak peluang seiring berjalannya pertandingan, tetapi kami tidak bisa mencetak gol,” tandasnya.

Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, berbicara kepada BBC sementara itu menyebut tujuan mereka sudah tercapai.  

“Tujuan pertama tercapai, dan kami lolos ke babak kedua. Saya sangat bangga dengan cara para pemain kami berjuang selama pertandingan dan betapa mereka mendukung rencana permainan. Mereka selalu percaya,” katanya.

“Pendapat saya yang sederhana adalah bahwa Inggris bisa menjadi kandidat untuk memenangkan Piala Dunia. Ini adalah hadiah untuk para penggemar kami. Ini adalah hadiah untuk beberapa pemain yang telah kami kehilangan,” lanjutnya.

Terkait gaya bermainnya, ia menyebut itu terpaksa dilakukan mengingat bagaimana kekuatan Inggris.

“Itulah cara menang ketika Anda harus bertahan, Anda bertahan. Saya tidak bisa memainkan samba ketika mereka memainkan rock and roll. Tujuannya adalah untuk mengakhiri babak pertama dengan tim Inggris frustrasi dan tidak ada solusi untuk mengalahkan kami,” tegasnya.

“Saat itulah kami mulai berkembang dan mengendalikan permainan. Kami bisa mencetak gol, tetapi sayangnya, kami tidak melakukannya. Saya pikir Inggris bisa mencetak gol, jadi hasil imbang adalah hasil yang adil,” sambungnya.

Tentang apa artinya hasil ini, ia menyebutnya sangat besar. “Kebahagiaan. Kemenangan adalah kebahagiaan, tetapi saat ini, kemenangan bukanlah apa-apa. Kami mencapai tahap kedua, yang merupakan tujuan kami,” kuncinya. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sumsel jaga pasokan cabai merah untuk kendalikan harga pasar
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Peringatan Petaka Baru, Pemerintah Bisa Runtuh Seketika Gara-Gara Ini
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mahasiswa Demo di Kawasan Patung Kuda Jakpus, Lalu Lintas Tersendat
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Baznas: Integrasi filantropi Islam jadi kunci pengentasan kemiskinan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: Pagi Berawan, Malam Diguyur Hujan Ringan
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.