Baznas: Integrasi filantropi Islam jadi kunci pengentasan kemiskinan

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Zainut Tauhit Sa'adi menegaskan pentingnya integrasi filantropi Islam, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai kunci untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Zainut menjelaskan bahwa potensi besar yang dimiliki instrumen filantropi Islam akan memberikan dampak yang lebih optimal apabila dikelola dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Menurutnya, setiap instrumen memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, namun dapat saling melengkapi untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

"Zakat dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif untuk membangun kemandirian ekonomi umat, wakaf dapat digunakan untuk penyediaan aset dan infrastruktur produktif, sedangkan infak dapat mendukung program pelatihan dan pendampingan usaha," kata Zainut.

Zainut menjelaskan filantropi Islam memiliki peran penting sebagai bantuan darurat yang menjadi bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang menghadapi kondisi rentan.

"Karena itu, instrumen-instrumen tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menguatkan melalui intervensi yang terintegrasi," ujarnya.

Zainut menyebutkan intervensi filantropi Islam dapat dilakukan secara bertahap mulai dari bantuan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan kondisi masyarakat pascakrisis, pemberdayaan ekonomi, hingga mendorong transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, filantropi Islam diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan nasional.

Ia mendorong transformasi paradigma filantropi dari sekadar charity menuju transformasi sosial yang berkelanjutan.

Menurut Zainut, bantuan yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga harus mampu mendorong pemulihan ekonomi, memperluas inklusi ekonomi, dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

"Saat ini, kita masih menghadapi tantangan nyata berupa kemiskinan, masalah kesejahteraan sosial, serta kerentanan ekonomi. Kondisi ini memerlukan solusi yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga harus berbasis pada nilai-nilai solidaritas dan nilai-nilai spiritualitas Indonesia," ucap dia.

Zainut berharap sinergi dan integrasi seluruh pilar filantropi Islam dapat terus diperkuat, sehingga mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebab, ia menilai tujuan akhir dari upaya tersebut adalah terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
USM Tembus 5 Besar Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Unggul dalam SDG 17
• 11 jam laludisway.id
thumb
Piala Dunia 2026: Cara Nonton Live Streaming Skotlandia vs Brasil Gratis
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Sutradara Ungkap Kemungkinan Toy Story 6 Dibuat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Tiru AS-Inggris, ITB Usul Peserta UTBK Ketahui Nilai Sebelum Pilih Kampus
• 31 menit lalukompas.com
thumb
Simak! Update Harga Pangan Nasional Rabu, 24 Juni
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.