Indonesia Dorong 3 Agenda Kehutanan Global

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya sebagai salah satu pemimpin global dalam aksi kehutanan dan iklim dunia. Penegasan ini disampaikan dalam partisipasi aktif pada Ministerial Event Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP) bertajuk “From Glasgow to Addis Ababa: Building Momentum on Forests from COP30 to COP32” yang diselenggarakan di Kew Gardens, London, Inggris.

“Tantangan global saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan ambisi tersebut diterjemahkan menjadi aksi nyata yang terukur di lapangan melalui kemitraan yang kuat, kerja sama yang praktis, dan investasi yang berkelanjutan,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dikutip melalui keterangan tertulis dikutip Rabu, 24 Juni 2026.
 

Baca Juga :

Menhut Tegaskan Komitmen Transformasi Investasi Konservasi Indonesia

Dalam forum strategis tersebut, Indonesia memaparkan tiga agenda utama yang mencerminkan kontribusi nyata. Sekaligus kepemimpinan nasional dalam tata kelola kehutanan global.

Agenda pertama yang didorong Indonesia adalah pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi (high-integrity carbon market). Instrumen ini dinilai penting untuk mengalirkan pembiayaan bagi konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan lestari, serta penguatan peran masyarakat lokal.

Pemerintah terus menyempurnakan regulasi nasional demi memberikan kepastian hukum, transparansi, dan kredibilitas lingkungan dalam perdagangan karbon sektor kehutanan guna menjembatani kebutuhan pendanaan global.

Pada agenda kedua, Indonesia memperkuat peran International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai platform global untuk kerja sama, riset, pertukaran pengetahuan, dan inovasi lahan gambut tropis.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.

Sebagai pemilik sekitar 13 juta hektare ekosistem gambut tropis yang berfungsi sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar dunia, Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk memperluas kolaborasi berbasis sains ini guna menciptakan ketahanan iklim yang lebih baik.

Sementara pada agenda ketiga, Indonesia mendorong penguatan World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi internasional untuk mitigasi perubahan iklim dan ketahanan pesisir. Memiliki sekitar 3,4 juta hektare atau 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berbagi pengalaman dan praktik baik.

Melalui ketiga inisiatif tersebut, Indonesia yang merupakan negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kembali membuktikan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan kehutanan global yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perempuan Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Mobil di Parkiran Bandara Juanda
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Dalami Peran Eks Dirjen PHU Hilman dalam Pengelolaan Kuota Haji Khusus
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Content Creator Sudah Jadi Pelaku Usaha, Perlu NIB Gak Sih?
• 15 jam laluherstory.co.id
thumb
Bansos dan BPJS Terancam Putus, 2 Ribuan Warga Blitar Diminta Segera Urus e-KTP
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Top! WIKA Kebut Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.