Dua Peserta Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Kata Pemerintah

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kembali menjadi sorotan setelah dua peserta calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik terkait aspek keselamatan peserta dalam pelaksanaan program tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kementerian Pertahanan (Kemhan) buka suara. Pemerintah memastikan evaluasi besar-besaran tengah dilakukan untuk mengkaji seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan yang menjadi bagian dari program SPPI tersebut.

“Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program, termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Selasa (23/6/2026).

Menurut Rico, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, setiap masukan dan evaluasi akan dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan ke depan.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Disorot DPR: Jangan Cuma Banyak, Tapi Hidup atau Mati?

“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” ungkap dia.

Di tengah sorotan publik, Kemhan juga menegaskan bahwa SPPI merupakan program strategis pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, disiplin, integritas, serta semangat pengabdian dalam mendukung pembangunan nasional melalui KDKMP dan KNMP.

“Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Diketahui, dua peserta dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pendidikan Latsarmil di lokasi berbeda. Peserta pertama bernama Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan. 

Pada 18 Juni 2026, ia mengalami gangguan kesehatan dan sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Baca Juga: Penalti Rp100 Juta Dicabut! Peserta Mundur Seleksi Kopdes Merah Putih Dipanggil Lagi

Sementara peserta kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, menjalani pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja.

Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Ia juga sempat mendapat penanganan dari tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Namun berdasarkan keterangan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamentan: Indonesia Tak Impor Beras, Jagung, dan Gula Lagi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Citilink dan Amar Bank Jalin Kolaborasi Strategis, Dorong Pertumbuhan Industri Penerbangan
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas, Purbaya Bakal Buru Otak Penyelundupan di Jakarta & Kalbar
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Bupati Siak Dorong Kawasan Industri Tanjung Buton Kembali Berstatus PSN untuk Tarik Investasi
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tangsel Puncaki Daftar Wilayah dengan Polusi Udara Terburuk di RI Pagi Ini
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.