Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB usai meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah di Kabupaten Sampang. Mengenakan kemeja safari krem dan peci hitam, ia disambut jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ribuan peserta Munas-Konbes.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Soroti Banyaknya Tokoh NU di KabinetDalam sambutannya, Prabowo menyapa satu per satu menteri yang hadir. Setelah menyebut sejumlah nama yang memiliki latar belakang NU, ia berkelakar bahwa Kabinet Merah Putih dipenuhi kader NU.
"Ini Kabinet Merah Putih ini banyak sekali NU-nya, ya. NU memang hebat. Selalu berada di mana-mana. Semua partai NU hadir, jadi NU gak pernah kalah. Hebat, hebat sih. Kalau belajar politik harusnya belajar dari NU," kata Prabowo.
Pernyataan itu disambut tawa dan tepuk tangan para peserta yang memadati arena acara.
Kelakar soal Bahlil dan Harga BBMSuasana semakin cair ketika Prabowo menyapa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Nama Bahlil disambut tepuk tangan meriah dari peserta. Prabowo pun mengaku heran melihat antusiasme tersebut.
"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Saudara Bahlil Lahadalia," ucap Prabowo.
Melihat sambutan yang begitu meriah, ia kemudian berkelakar.
"Apa gara-gara harga BBM gak naik? Yang bikin gak naik Presiden," katanya disambut gelak tawa hadirin.
Mengaku Dekat dengan NU Sejak KecilPrabowo juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan NU yang telah terjalin sejak masa kecil.
Ia mengaku memiliki hubungan emosional dengan warga NU karena pernah bertetangga dengan keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jakarta.
"Masalah memang saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta. Dan eyang saya, eyang putri saya, memang dari NU," ungkap Prabowo.
Karena itu, ia mengaku selalu merasa nyaman ketika berada di tengah keluarga besar NU.
"Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman," ujarnya.
Apresiasi Nasionalisme NUDalam pidatonya, Prabowo menilai NU tidak hanya menjadi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki tradisi nasionalisme yang kuat.
Menurut dia, semangat cinta tanah air telah lama menjadi bagian dari identitas NU, bahkan sebelum Indonesia merdeka.
"Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik," kata Prabowo.
Ia secara khusus menyinggung lagu "Yalal Wathon" yang selalu dinyanyikan dalam berbagai kegiatan NU.
"Dan ini masih dipertahankan. Setiap acara NU saya perhatikan lagu 'Yalal Wathon' tidak pernah tidak dinyanyikan," ujarnya.
Prabowo bahkan berkelakar bahwa semangat yang ditunjukkan warga NU saat menyanyikan lagu tersebut melebihi pasukan elite TNI.
"Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan, kepalan. Ini luar biasa ini. Belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus," katanya.
Canda Soal Kopiah TNI dan PolriMomen lain yang mencuri perhatian terjadi saat Prabowo menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir mengenakan kopiah.
Prabowo menilai pemandangan tersebut menarik karena tidak ada aturan resmi yang mengharuskan anggota TNI maupun Polri mengenakan kopiah saat menghadiri acara keagamaan.
"Coba kalau datang ke NU tentara pun pakai kopiah, polisi pakai kopiah," ujarnya.
Ia kemudian berkelakar ingin membuat aturan baru bagi anggota TNI dan Polri.
"Berarti harus diubah ya? PDL atau PDH kalau datang ke tempat NU atau Muhammadiyah harus pakai kopiah," kata Prabowo yang kembali disambut tawa hadirin.
Penutupan Munas-Konbes NUKehadiran Prabowo menjadi penutup rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 yang digelar di Bangkalan. Forum tersebut membahas berbagai isu keagamaan, kebangsaan, dan organisasi yang menjadi perhatian NU ke depan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan apresiasinya terhadap kontribusi NU dalam menjaga kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.





