Ringkasan Berita
- Normalisasi Sungai Kresek mulai dikerjakan sejak 15 Juni 2026.
- Penanganan dilakukan sepanjang sekitar 700 meter.
- Program bertujuan mengurangi luapan air dan mendukung produktivitas pertanian.
- Petani Balowerti dan Dandangan menyambut positif realisasi usulan tersebut.
Kediri (beritajatim.com) – Normalisasi Sungai Kresek mulai dilaksanakan untuk mengatasi luapan air yang selama ini menjadi kendala bagi petani di Kelurahan Balowerti dan Dandangan, Kota Kediri. Program yang dimulai pada 15 Juni 2026 ini diharapkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi risiko genangan saat musim hujan, serta mendukung produktivitas lahan pertanian di kawasan tersebut.
Kegiatan normalisasi merupakan tindak lanjut atas usulan kelompok tani yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan luapan Sungai Kresek. Saat curah hujan tinggi, air kerap meluber hingga menggenangi akses menuju area persawahan sehingga menyulitkan petani mengolah lahan maupun mengangkut hasil panen.
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bekerja sama dengan PT Gudang Garam Tbk. melaksanakan normalisasi sungai sebagai bagian dari upaya meningkatkan fungsi infrastruktur pengendalian air sekaligus mendukung sektor pertanian.
Pekerjaan yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan itu mencakup penanganan sungai sepanjang kurang lebih 700 meter. Selain melakukan pengerukan sedimentasi, material hasil pengerukan dimanfaatkan untuk penataan dan penguatan tanggul di sepanjang alur Sungai Kresek.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, mengatakan normalisasi dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi ruang basah, memperlancar aliran air, dan mengantisipasi potensi banjir ketika debit sungai meningkat.
“Melalui normalisasi ini, diharapkan Sungai Kresek dapat berfungsi lebih optimal dalam mendukung produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mengurangi risiko air meluap saat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Realisasi penanganan tersebut disambut positif oleh para petani. Yekti, anggota Kelompok Tani Jaya Sakti, mengaku bersyukur karena aspirasi petani akhirnya mendapat tindak lanjut dari pemerintah.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah merespons keluhan petani. Semoga setelah dinormalisasi, akses menuju sawah tidak lagi tergenang dan aktivitas kami bisa lebih lancar,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Imam, anggota Poktan Jaya Sakti. Menurutnya, normalisasi Sungai Kresek diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, terutama saat musim penghujan.
“Harapan kami ke depan, aliran air lebih lancar dan tidak lagi menyebabkan genangan saat hujan deras, sehingga kami bisa lebih tenang dalam bekerja di sawah,” ungkapnya.
Melalui normalisasi Sungai Kresek, Pemerintah Kota Kediri bersama PT Gudang Garam Tbk. berharap sistem aliran air di kawasan Balowerti dan Dandangan menjadi lebih optimal. Para petani pun menaruh harapan agar akses menuju lahan pertanian tetap lancar sehingga aktivitas bercocok tanam dan distribusi hasil panen tidak lagi terganggu saat curah hujan meningkat. [nm/beq]




