Pemerintah Pastikan Harga Beras di Papua Selatan di Bawah HET

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Peningkatan produksi padi lokal telah berdampak langsung terhadap ketersediaan dan keterjangkauan beras di wilayah tersebut.

Pemerintah Pastikan Harga Beras di Papua Selatan di Bawah HET

IDXChannel - Pemerintah memastikan harga beras di Papua Selatan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi tersebut ditopang oleh meningkatnya produksi padi lokal melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:
Didorong Dua Program Ini, Harga Beras di Merauke Berhasil Turun Jadi Rp15.500 per Kg

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Kabupaten Merauke, Martha Bayu mengatakan, hasil pemantauan selama tiga bulan terakhir menunjukkan harga beras premium maupun medium di pasar Merauke masih berada di bawah batas HET yang ditetapkan pemerintah.

"Untuk HET beras premium di Papua Selatan sebesar Rp15.800 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram. Dari hasil pemantauan kami selama tiga bulan terakhir, harga beras di pasar Merauke masih berada di bawah HET, baik premium maupun medium," ujar Martha dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:
Stok Melimpah, Mentan Tegaskan Tak Akan Buka Keran Impor Beras Konsumsi

Menurutnya, peningkatan produksi padi lokal telah berdampak langsung terhadap ketersediaan dan keterjangkauan beras di wilayah tersebut. Sebelum program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat berjalan, harga beras di sejumlah daerah Papua Selatan, khususnya wilayah yang sulit dijangkau, kerap mengalami lonjakan.

Baca Juga:
Wamentan: Indonesia Tak Impor Beras, Jagung, dan Gula Lagi

Dia menambahkan, harga beras di beberapa wilayah luar Merauke pernah mencapai Rp26.500 per kilogram. Namun, setelah produksi lokal meningkat, harga beras yang beredar di masyarakat kini berada pada kisaran Rp12.000 hingga Rp15.500 per kilogram.

“Sebelum adanya program ini, harga beras di beberapa wilayah cukup tinggi, bahkan pernah mencapai Rp26.500 per kilogram. Setelah kegiatan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat berjalan, sekarang harga beras yang banyak dijual di lapak-lapak berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.500 per kilogram,” kata Martha.

Martha menilai program yang dijalankan Kementan telah membantu masyarakat dari sisi ketersediaan maupun akses terhadap pangan. Pasokan beras di lapangan saat ini dinilai cukup sehingga mampu menjaga stabilitas harga.

Saat ini, harga beras yang dijual di Kota Merauke umumnya berada pada rentang Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, bergantung pada kualitas dan mutu beras yang dipasarkan.

Meski demikian, Martha menjelaskan masih terdapat sejumlah wilayah terluar yang mencatat harga beras lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan tingginya biaya distribusi menuju daerah yang sulit dijangkau.

“Kalau semakin jauh dari pusat distribusi, harga akan mengikuti biaya angkutan. Untuk daerah yang distribusinya melalui jalur laut, harga beras bisa berada pada kisaran Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dasco Pastikan Pemadaman Listrik Tak Terulang Lagi!
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Irjen Daniel: Bali Etalase Indonesia, Keamanan Jadi Perhatian Dunia
• 20 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Ungkap Kemenkeu Belum Berencana Miliki Saham BEI
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Krisis, Reformasi, dan Reindustrialisasi: Pelajaran dari Luka Lama Pembangunan
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wisata Edukasi di Bandung untuk Libur Sekolah
• 2 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.